LOGINMira adalah seorang gadis manis yang baru lulus kuliah. Pada suatu siang ibunya bercerita bahwa bapaknya menjodohkannya dengan seorang yang paling kaya di desanya yaitu Leo, dikarenakan hutang. Di satu sisi Mira memiliki seorang kekasih bernama Noval, seorang lelaki tampan, romantis yang bekerja sebagai karyawan swasta di perusahaan ternama. Dari punggung Leo tampak begitu tinggi berbadan kekar dan sangat menawan. Namun, setelah berhadapan langsung dengan Leo, tompel, iya tompel berwarna biru kehitaman menutupi seluruh wajahnya sehingga hampir tidak ada ruang sisa di wajahnya. Mira akhirnya menerima perjodohan demi lunasnya hutang keluarga. Namun yang tak kalah mengejutkan akhirnya dia baru mengetahui karakter Leo setelah menikah. Leo adalah seorang laki-laki gagah yang jarang tersenyum dan memiliki kepribadian suka seenaknya sendiri, keras, kaku, pemarah dan pencemburu. Semua itu dikarenakan masa lalunya. Hingga Mira ‘pun memanggilnya “Beast Husband”. Dengan datangnya Mira dalam kehidupannya, lambat laun merubah karakter Leo menjadi lebih hangat, karena Mira adalah cinta sejati Leo. namun Mira berubah. Mira hanya menilai Leo dari wujud luarnya saja, segala perhatian, kasih sayang dan keromantisan Leo kalah dengan pesona yang selama 2 tahun dia kenal yaitu Noval mantan kekasihnya, apalagi Noval kembali ke kehidupan Mira. Mira menjadi jahat kepada Leo. “Prak!”. Piring berisi bubur ayam buatan Leo ditumpahkan ke lantai oleh Mira. Segala pemberian Leo dibuangnya. “Jangan berikan apapun kepadaku, bahkan jika hatimu yang kamu berikan, aku tak sudi menerimanya! Keluar dari kamarku, aku tak mau memandang wajah burukmu itu!” teriak Mira penuh emosi. Dengan segala tipu daya, Noval ingin merebut Mira kembali, setelah tahu bahwa Mira belum disentuh sekalipun oleh Leo. Apalagi, Mira masih mau bertemu dengannya. Bagaimana perubahan Mira setelah tahu muslihat Noval sesungguhnya dan bagaimana perjuangan cinta Leo dalam menghadapi badai cintanya, baca terus yuk! Jangan lupa beri komentar manisnya ya!
View Moreเรื่อง So Love คลั่งรักเพื่อนสนิท - ไรเฟิล
Chapter 1
แสงสีวิบวับ เสียงเพลงมันๆ ที่ขาแดนซ์ต่างส่ายสะโพกเต้นกันด้วยความรู้สึกสนุกสนานครื้นเครง แต่ทว่าสาวสวยในวัยยี่สิบสี่ปีที่นั่งอยู่โซนโต๊ะกลมหน้าบาร์เทนเดอร์ กลับกระดกดื่มเหล้าเพียวด้วยอารมณ์ขุ่นมัว
ครืดดดด!!
เสียงสั่นสะเทือนของสมาร์ตโฟนที่วางไว้บนโต๊ะดังขึ้น เมื่อเธอเห็นรายชื่อของคนที่โทรเข้ามา นิ้วเรียวก็กดรับสายแล้วยกมือถือแนบกกหู แต่ยังไม่ทันที่เธอจะได้เอ่ยอะไร ปลายสายก็กรอกเสียงเข้มดุแทรกขึ้นมาซะก่อน
‘จะขึ้นมาเอง หรือจะให้ลงไปลาก’
‘รู้แล้วน้า..ทำไมต้องดุด้วย’
“ชิ! ไอ้โหด” เมื่อณิชากดวางสาย เธอก็ไม่วายบ่นพึมพำเพื่อนชายคนสนิทที่มักชอบดุเธอเป็นประจำ เมื่อเขาเห็นเธอกำลังออกนอกลู่นอกทาง
ความจริงคืนนี้ณิชามีนัดแฮงเอาต์กับเพื่อนในแก๊ง แต่ที่เธอนั่งดื่มอยู่เพียงลำพัง เพราะเจอเรื่องเซ็งๆ ก่อนจะมาคลับ ก็เลยมานั่งดื่มผ่อนคลายอารมณ์สักนิดสักหน่อย แล้วค่อยขึ้นไปหาพวกเขาที่ห้องไพรเวตบาร์ หลังจากอารมณ์เสียที่อยู่ในใจเบาบางลง
ณิชามีเพื่อนสนิทตั้งแต่เรียนมหาลัยอยู่สี่คน เธอเป็นผู้หญิงเพียงคนเดียวในแก๊ง เพื่อนของเธอแต่ละคนหน้าตาหล่อเหลาราวกับเทพบุตร แต่เป็นเทพบุตรซาตานนะ ส่วนความรวยเนี่ยไม่ต้องพูดถึง พวกเขารวยระดับอภิมหาเศรษฐีและเป็นทายาทเจ้าของธุรกิจชั้นนำของประเทศ ต่างจากเธอที่หลังเรียนจบก็เป็นเพียงพนักงานบริษัทเอกชนแห่งหนึ่ง ฐานะทางบ้านของณิชาไม่ได้ร่ำรวยอะไร แต่ดันมีเพื่อนรวย ซึ่งเธอเองก็ยังงงมาจนถึงทุกวันนี้ว่า หลงมาอยู่กับแก๊งพวกเขาได้อย่างไรกัน
“ไปนั่งดื่มคนเดียวแบบนั้นไม่กลัวหรือไง” ไรเฟิลเอ่ยถามเสียงเข้มดุ เมื่อเห็นเพื่อนสาวคนสนิทเดินเซเล็กน้อยเข้ามาห้องไพรเวตบาร์ แล้วหย่อนตัวนั่งข้างเขา อีกทั้งยังเอนตัวพิงแขนแกร่งของเขาราวกับคนทรงตัวไม่อยู่
ก่อนหน้านี้ไรเฟิลก็อุตส่าห์หมายตาสาวสวยชุดเดรสสั้นที่นั่งหันหน้าไปทางบาร์เทนเดอร์ หันหลังโชว์แผ่นหลังเนียนขาวเกือบถึงแก้มก้น เขามองเธอด้วยแววตากะลิ้มกะเหลี่ย แค่เห็นสัดส่วนความโค้งเว้าระหว่างสะโพกกับเอวคอดกิ่ว เขาก็จินตนาการไปถึงตอนที่เธอนอนครางเสียงหวานใต้ร่างของเขาแล้ว เขาไม่เคยรู้สึกกระสันอยากได้ผู้หญิงคนไหนมาก่อน เธอเป็นผู้หญิงคนแรกที่เขาอยากได้ทั้งที่ยังไม่เห็นหน้า
แต่ยิ่งมองไรเฟิลกลับยิ่งคุ้นๆ ตา และเมื่อใบหน้าสะสวยหันหน้าสี่สิบห้าองศาไปทางเวที ดวงตาคมกริบก็จ้องมองสาวสวยที่เขาจินตนาการไปไกลด้วยแววตาดุๆ เพราะเธอคนนั้นเป็นเพื่อนสาวคนสนิทของเขา ที่ไปนั่งดื่มเป็นนางเมรีขี้เมาอยู่เพียงลำเพียงอยู่หน้าบาร์เทนเดอร์
“อยากดื่มแก้เซ็งนิดหน่อย” ณิชาเอ่ยตอบพร้อมกับรินวิสกี้ลงบนแก้ว แล้วกระดกดื่ม
“เราก็นัดกันมาดื่มอยู่แล้วไม่ใช่เหรอ?...”
ณิชาไม่ได้โต้กลับ แต่เธอกระดกดื่มแอลกอฮอล์ต่อราวกับคนหิวกระหาย
“เป็นอะไร หื้ม” จากน้ำเสียงเข้มดุดันที่จี้ถามจะเอาคำตอบ แปรเปลี่ยนเป็นน้ำเสียงห่วงใย เมื่อเห็นเพื่อนสาวคนสนิทยกดื่มครั้งแล้วครั้งเล่าอย่างกับคนหนักใจกับอะไรบางอย่าง ไรเฟิลยกมือสากลูบผมสลวย เพื่อทำให้เธอรับรู้ว่า ไม่ว่าเธอกำลังเผชิญกับปัญหาอะไรอยู่ ยังมีเขาคอยอยู่ข้างเธอเสมอ
“อะแฮ่ม!!” รันเวย์ทำเสียงกระแอมขัดจังหวะไรเฟิล เมื่อได้ยินไรเฟิลทำเสียงเล็กเสียงน้อยเอ่ยถามเพื่อนสาวคนสนิทด้วยน้ำเสียงห่วงใยราวกับว่าในห้องนี้อยู่กันแค่สองคน
“ส้นตีนติดคอมึงเหรอไอ้เวย์?”
“เสียงเข้มใส่กูจังวะไอ้เชี่ย พูดเสียงแปดเสียงเก้าใส่กูบ้างดิ๊” รันเวย์ยกน้ำสีอำพันขึ้นดื่ม แล้วหันไปยักคิ้วให้คิมหันต์เหมือนส่งซิกกันทางสายตา
“เฮ้ย! เบาๆ เดี๋ยวก็น็อกหรอก” ไรเฟิลหันไปห้ามปรามณิชา เมื่อณิชากระดกดื่มเหล้าเพียวโดยที่ไม่ผสมโซดา ซึ่งปกติณิชาจะเลือกดื่มพวกค็อกเทลกามิกาเซ่ที่มีส่วนผสมแอลกอฮอล์ไม่หนักเกินไป แต่ทว่าค่ำคืนนี้จัดหนักเหล้าเพียวเหมือนตั้งใจจะมอมเหล้าตัวเองให้เมา
“อึก! ไม่เมาหรอกน้า” คนดื้อสะอึกออกมาจนลมหายใจร้อนผ่าว ใบหน้าสะสวยแดงระเรื่อด้วยฤทธิ์แอลกอฮอล์
“มีเรื่องไม่สบายใจอะไรหรือเปล่าณิชา ทำไมถึงดื่มเหมือนจะมอมเหล้าตัวเองแบบนี้” คิมหันต์สังเกตเห็นว่าณิชามีสีหน้าเครียดตั้งแต่เดินเข้ามาแล้ว
“เฮ้อ...ช่างมันเถอะ พวกนายอย่ามาเครียดกับเรื่องของฉันเลย มาๆ ดื่มกันเถอะ” ณิชาชูแก้วขึ้นด้วยท่าทางชิลๆ เพื่อไม่ให้บรรยากาศหมดสนุกไปเพราะเธอ
Wajah Mira menegang, terpaku dengan bercak merah itu. Namun, dia segera menyelesaikan memandikan bayinya. Takut kalau terlalu lama kena air, sang bayi bisa sakit karena masuk angin.Setelah selesai memakaikan baju, dia menggendong anaknya dengan wajah panik dan turun ke lantai dua menuju ke kamar Papa Leo. Kebetulan saat itu Mama Leo sedang ada arisan. “Pa, Mira minta tolong anterin ke dokter anak, ya?”“Lo, ada apa Mira? Apa cucu Papa sakit demam?”“Nanti aja jelasinnya ya, Pa,” jawab Mira dengan wajah panik dan cemas.Papa langsung menjawab, “Oke, oke. Ayo, Mir.”Mereka berdua kemudian berjalan cepat menuju ke mobil. Seorang sopir pribadi Papa Leo yang selalu siaga, telah berada di depan mobil dan ikut bergerak cepat mengantarkan majikannya. “Ke Dokter Anak terdekat, ya!” perintah Papa Leo.“Siap, Pak.”Akhirnya me
Papa dan Mama Leo tercengang menyaksikan kepergian anak semata wayangnya. Papa Leo sampai ikut melongo, bingung harus berbuat apa. “Kita harus ngomong apa ke Mira, Ma?” Mama menghela napas dengan kasar. “Mama sendiri pusing rasanya, Pa. Terus setelah ini gimana?” “Lebih baik kita bicara jujur saja, Ma. Anak itu, masih saja emosional apalagi menyangkut Mira,” jelas Papa Leo sambil menggandeng pundak Mama Leo menuju ke kamar Mira. Di salah satu kamar terbaik Rumah Sakit Bersalin itu, Mira mulai pulih keadaannya. Mungkin karena bantuan selang infus dan segala yang dimasukkan ke dalam selang itu, oleh Dokter Spesialis Kandungan dan juga bidannya. Sedangkan, sang bayi memang belum berada di sisinya karena masih dalam pengawasan. Mama dan Papa akhirnya masuk juga ke dalam ruangan itu. Mereka kemudian berdiri berbarengan di sebelah Mira. “Selamat, ya. Bayimu tampan sekali,” ucap Mama dengan senyuman bangga. “Makasih, Ma,” jawab Mi
“Sebentar-sebentar.” Mira mendekati suaminya dan merangkulnya dari belakang. “Kalau mau pingsan sekarang. Aku sudah siap.” “Beneran sudah siap? Oke, aku pingsan sekarang, ya?” Leo menjatuhkan tubuhnya di dekapan Mira sambil menutup mata. Itu pun dengan kekuatan separuh. Mira berusaha menahannya dengan sekuat tenaga. “Argh ... aku gak kuat!” teriaknya dengan manja. Leo terkekeh melihat ulah istrinya sambil mengembalikan posisinya untuk duduk kembali. “haha ... enggak pingsan lah. Ini ‘kan kabar bahagia, sayang.” Leo menarik tangan istrinya yang sedang melingkar di perutnya agar berada di dekapannya. “Selamat ya, sayang. Semoga sehat terus sampai waktu melahirkan nanti,” doa Leo sambil mengelus perut Mira. Istrinya mengamini sambil mengangguk dengan wajah tersenyum bahagia. Senyuman itu sama sekali tidak memudar sejak tadi. Sebulan yang lalu, Leo membimbing Mira untuk mau berhubungan badan lagi. Awalnya Mira sanga
“Siapa, Pak?” tanya bagian keamanan itu penasaran. “Benar ... saya yakin dari postur tubuhnya. Dia Noval. Mantan pacar istri saya.” “Apa Bapak punya fotonya. Agar kami bisa berjaga-jaga kalau dia datang lagi ke sini.” “Tidak. Saya tidak memilikinya. Baiklah, Pak. Terima kasih kerja samanya.” “Tentu, apa pun itu. Kalau bisa membantu.” Dahi Leo mulai berkerut samar. “Si sialan itu tidak kapok juga. Awas, kamu.” Sambil berlalu tangannya semakin mengepal karena menahan marah. Selama di Rumah Sakit Jiwa, Mira mengalami perkembangan yang baik. Dia sudah tidak depresi lagi. Sudah bisa menerima kenyataan kalau apa yang telah terjadi dengannya adalah sebuah takdir yang harus di sikapi dengan bijaksana. Sikap sabar dan kasih sayang suaminya juga yang telah membuatnya bisa menerima kenyataan dengan baik. Setelah tambahan di sana selama satu minggu. Akhirnya, “Mira, ada kabar bagus hari ini.” “Apa itu, Leo?”
Suara teriakan Mira yang parau dan dalam mengagetkan seisi ruangan. Hatinya sangat perih. Tangannya yang gemetaran berada di atas perutnya. Dia menangis tersedu-sedu. “Anakku! Anakku!” teriaknya. Seolah tidak bisa menerima kenyataan kalau anak yang selama ini berada dalam perutnya sudah tid
“Sebentar, ya Ayah Leo. Mami mau nanya sama dedek dulu.” “Hah, caranya gimana sayang?” “Pakai telepati.” Mata Mira terpejam seolah sedang berkonsentrasi dengan jabang bayi di perutnya. Mulutnya komat kamit tidak jelas. Leo kembali melongo melihat kelakuan aneh ist
“Coba Mira ke dokter, ya? Memastikan keadaan Mira,” ucap Bibi Jum tenang. “Apa ... Bibi Jum menganggap Mira ... gila?” tanya Mira kebingungan. “Bukan, bukan begitu Mira. Kamu salah paham. Sudah gini aja. Bibi nanti ngasih catatan buat dokternya. Nanti waktu Mira ke san
Mira dan Leo kembali saling membuang senyuman melihat perilaku Mama. Mereka kemudian makan bersama sambil bercengkerama hangat. Selesai itu mereka kembali ke kamar masing-masing. Mira memulai hari-harinya seperti yang dia harapkan dulu sebelum menikah. Saling pengertian dan memahami. H






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore