Penyesalan Suami Posesif
“Lebarkan kakimu, Laura. Biarkan tanganku merasakan kehangatanmu.”
“William, ini tempat umum. Jangan gila!”
“Tapi kau istriku. Aku boleh menyentuhmu di mana pun aku mau.”
**
Akibat fitnah keji, suamiku menolak untuk mengakui putri kami sebagai darah dagingnya. Dia bersedia menanggung seluruh biaya pengobatan putri kami yang menderita penyakit kelainan jantung, namun dengan syarat yang menyakitkan. Aku dipaksa menjadi pelayan di rumah kami, dan malam harinya aku dipaksa menjadi “pelayan ranjangnya”. Aku menelan semua sakit dan hinaan itu, demi kesembuhan anakku. Sampai suatu hari, kebenaran pun terungkap. Dan saat penyesalan itu datang : ternyata, anak kami……???