JIWA-JIWA YANG MALANG
Kepala desa tampak tengah mengikatkan seutas tali roda itu pada batang pohon, lalu mulai mengisinya dengan barang-barang yang akan di bawa pulang sambil menelusuri tebing-tebing sisi tepian sungai, jalannya menurun persis seperti dalam kesejajaran air sungai di negeri perbukitan yang amatlah panjang, orang-orang tidak perlu lagi untuk memasaknya lantaran airnya yang sudah jernih, mengalir dari mata air asli, banyak ikan-ikan kecil hidup didalamnya, menjadi buruan anak kecil yang kerapkali mandi dikala sore hari.
Bilamana adzan mulai terdengar, suaranya bergelombang kadang ringan, kadang juga berat ia intonasi kan, seolah persis seperti air yang jatuh dari atas perbukitan, mengalir riuh salin
Sikat na Kabanata