Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hidup di Dua Hati

Hidup di Dua Hati

Senyum Naya semakin lebar, menutupi hatinya yang mengilu saat mendengar kata 'manten'. "Udah, ah. Masuk, yuk. Ntar lagi kuliah dimulai." Naya menginterupsi saat melihat gelagat temannya hendak bertanya lagi. * Setelah berdiskusi lama, akhirnya Lembah Harau menjadi pilihan Naya dan teman-teman satu jurusan, untuk berlibur. Mereka merental satu bus pariwisata untuk mengantar ke salah satu lembah terindah di Indonesia. Tempat itu dikelilingi cadas yang curam, tegak lurus, berwarna kemerahan, dan termasuk salah satu cagar alam yang dilindungi oleh pemerintah. Keindahan tempat itu semakin sempurna dengan derasnya suara air terjun yang bernama, Sarasah Bunta. Air yang mengalir di sela-sela cadas y
1017.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 552 Beses bilang lembah manglayang
Read
+Library
Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga

Terlihat beberapa naga kecil berwarna-warni sedang bermain seakan tidak tidak peduli sama sekali dengan kedatagan Mahasura dan Dahayu. Air terjun yang indah berkilau, bahkan melebihi indahnya air terjun Pulau Terlarang tampak mengalir deras ke sungai besar di bawahnya yang jernih dengan banyaknya bebatuan di sungau jernih ini. Pegunungan kembar makin menambah indahnya Lembah Kahyangan yang juga memberikan rasa yang sejuk alami. "Wah! Indah sekali ... pantas disebut Lembah Kahyangan! Apa ini surga ya?" tanya Dahayu yang terkagum-kagum dengan suasana di Lembah Kahyangan ini.
9.8120.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.8K Beses bilang lembah manglayang
Ipakita ang mga Review (34)
Read
+Library
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
JP
Pendekar Dewa Naga mulai update normal ya sobat readers. Terima kasih masih setia mengikuti perjalanan Mahasura untuk menjadi ahli bela diri terhebat. Vote dan komentar dari sobat readers sangat membantu meningkatkan semngat untuk lebih baik lagii dalam berkarya.
Basahin ang Lahat ng Review
Melati di Kubangan

Melati di Kubangan

Kedua jemarinya mengelus dan menggerayang ke mana saja dia suka di atas tubuh indah itu. Nafas - nafas mulai terhela lebih berat. Kancing - kancing daster mulai lepas satu - persatu. Tali BH dirosotkan ke bawah, menyembulkan lereng - lereng bukit yang putih montok menggiurkan. Mulut Jamal menjelajah turun, meniti leher jenjang, terus mendaki lereng - lereng bukit itu. Berhenti di pucuknya yang kemerahan segar, lalu menenggelamkan diri di sana.
645 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 13 Beses bilang lembah manglayang
Read
+Library
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

tanyanya panik. Bima mengeluarkan kertas tua yang diberikan oleh Pak Surya sebelum mereka pergi. Gambar lingkaran dengan simbol-simbol aneh tergores di sana, bersama sebuah kalimat: "Di tempat akar pertama tertanam, di sana perjanjian ditulis." “Tempat akar pertama...” gumam Bima. “Mungkin pohon tua di ujung hutan ini. Kakek sering menyebutnya sebagai tempat asal keluarga kita.”
1.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 39 Beses bilang lembah manglayang
Read
+Library
PENDEKAR Sabda JAGAD

PENDEKAR Sabda JAGAD

Slaph! Panji dan Laras kembali melesat menuju ke kediaman Eyang sepuh Shindupalla. Hingga tak lama kemudian Panji berhenti di depan sebuah rumah sederhana, yang berbahan kayu dan bambu di tengah lembah Arumpaka itu. Harum aroma bunga cempaka menebar memenuhi area di sekitar kediaman Eyang Shindupalla itu. Ya, memang banyak sekali tumbuh pohon bunga Cempaka di lembah itu. Hal yang menyebabkan akhirnya orang-orang menamai lembah tersebut sebagai Lembah Arumpaka.
1024.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 588 Beses bilang lembah manglayang
Read
+Library
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Aroma kayu tua dan bunga melati memenuhi udara, menenangkan sekaligus menimbulkan rasa penasaran. Di tengah ruangan, seorang wanita duduk di kursi besar berlapis kain. Rambutnya tersisir rapi ke belakang, dan matanya menatap Gracya dengan tajam. Itu adalah Bu Susan, mendiang pendiri kampus dan rumah sakit Earth Hosana Akarta. Gracya mengenali wajahnya dari foto-foto yang tergantung di dinding kampus—wajah yang dihormati tetapi juga menyimpan aura misteri. “Bu Susan...?” Gracya berbisik, suaranya hampir tidak keluar.
1.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 31 Beses bilang lembah manglayang
Read
+Library
BUKIT TENGKORAK

BUKIT TENGKORAK

Dengan teratur Alif menceritakan siapa dirinya, Kenanga dan semua peristiwa yang ia alami sehingga sampai ke tempat itu. Meurah Rangkem juga menceritakan siapa mereka walau hanya sedikit. Tempat ia bermukim sekarang merupakan tempat yang belum pernah dilalui Belanda. Sangat tersembunyi oleh bukit-bukit kecil yang mengelilinginya, ditambah dengan rawa-rawa yang membuat medan pertempuran lebih susah dilalui daripada yang lainnya. “Jadi gadis itu bisu juga tuli dan sedang mencari kakaknya yang hilang diculik Belanda?”
103.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 80 Beses bilang lembah manglayang
Read
+Library
JIWA-JIWA YANG MALANG

JIWA-JIWA YANG MALANG

Kepala desa tampak tengah mengikatkan seutas tali roda itu pada batang pohon, lalu mulai mengisinya dengan barang-barang yang akan di bawa pulang sambil menelusuri tebing-tebing sisi tepian sungai, jalannya menurun persis seperti dalam kesejajaran air sungai di negeri perbukitan yang amatlah panjang, orang-orang tidak perlu lagi untuk memasaknya lantaran airnya yang sudah jernih, mengalir dari mata air asli, banyak ikan-ikan kecil hidup didalamnya, menjadi buruan anak kecil yang kerapkali mandi dikala sore hari. Bilamana adzan mulai terdengar, suaranya bergelombang kadang ringan, kadang juga berat ia intonasi kan, seolah persis seperti air yang jatuh dari atas perbukitan, mengalir riuh salin
9.53.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 92 Beses bilang lembah manglayang
Read
+Library
SILARIANG

SILARIANG

’ Batin Tenri sambil menyeka sudut matanya. Pekerjaan Tenri menginput data dan pembukuan telah selesai sebelum senja. Dia merasa senang karena bisa pulang lebih awal dan memasak untuk suaminya. Dipilihnya menu ikan bandeng pallu mara khas Sulawesi Selatan dan tumis kangkung pedas kesukaan mereka berdua. Biasanya Tyo pulang setelah magrib dan semua makanan sudah tersaji di meja.
102.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 79 Beses bilang lembah manglayang
Read
+Library
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Mereka meninggalkan pekerjaannya membuat danau dan perahu yang belum selesai. Sangkuriang sangat marah. Dia merasa Dayang Sumbi telah berlaku curang kepadanya. Ida sangat yakin jika fajar sesungguhnya belum tiba. Dia merasa masih tersedia waktu baginya untuk menyelesaikan pekerjaan. Dengan kemarahan tinggi, Sangkuriang lantas menjebol bendungan di Sanghyang Tikoro. Sumbat aliran citarum lantas dilemparkannya ke arah timur yang kemudian menjelma menjadi gunung Manglayang. Air yang semula memenuhi danau itu pun menjadi surut. Serasa belum reda kemarahannya. Sangkuriang lantas menendang perahu besar yang telah dibuatnya hingga terlempat jauh dan jatuh tertelungkup. Menjelmalah perahu besar itu
1010.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 299 Beses bilang lembah manglayang
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status