Selubung Memori
“Aku bisa merasakanmu sangat jelas. Jangan lepas Layla.”
“Ng, oke kalau itu permintaanmu. Tapi aku pilih kabar baik.”
“Kabar baiknya,” sahutku. “Aku berhasil membuat semacam kubah di atas kita, menahan puing-puing bangunan yang terus mendesak turun, dan di bawah kita ada semacam ranting yang menangkap bobot tubuh saat kita jatuh. Jadi, kalau mau digambarkan, kita ada di bola ranting yang tidak terlalu terjamin. Di luar lapisan ranting ada puing—seperti yang kau bayangkan soal bawah tanah, dan aku tak ingin mengatakan berapa lama lagi sampai oksigen di tempat ini habis dan—Layla,” aku mendesis, “tenanglah, kita pasti bisa keluar, jadi jangan menangis. Kumohon, atur napasmu. Kita pasti baik-ba
Hot Chapters