Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku
Ia bangkit dari lantai, berjalan gontai kembali ke sofa, dan rebahan lagi di sofa di sampingku, tanpa berpakaian.
Dinda menyandarkan kepalanya di bantalan, memejamkan mata, dan berbicara dengan nada yang jelas-mabuk. "Aduh, sudah ah, aku capek," rengeknya.
Lalu, ia membuka mata, melirikku dan Dewi. Dengan nada mabuk, namun penuh arti, ia berkata:
"Mas Aryo, kalau mau sama temenku aja... dia jablay..."