Noda Dalam Luka
Mas Indra menuntun tangan Mami Resti penuh kasih sayang, membuat hatiku terasa iri dan cemburu.
"Nyonya Lisna, jika bisa kamu harus segera hamil!" ucap Yanti yang membuat aku terkejut.
"Mengapa kok begitu?" tanyaku pada Yanti.
"Sebenarnya, maaf aku harus mencuci baju dulu," kilah Yanti, kemudian dia bergegas ke belakang.
'Oh, apa yang sedang terjadi?' tanyaku dalam hati. Namun, tidak mendapatkan jawaban yang pasti.