Dua Labuhan Cinta
“Kamu memang berbeda, kamu berbakat serta cerdas. Kamu adalah kebanggaan semua orang, bagaimana bisa membandingkan denganku yang terkadang suka urak-urakan. Kamu adalah nomor satu, semua impian bertumpu padamu. Jadi, jangan pernah membandingkan dirimu denganku, karena jelas kita berbeda dan takkan pernah bisa sama. Aku juga takkan pernah bisa menjadi pria sepertimu, cerdas, berbakat, serta disukai banyak orang. Paham?”
Alex mencoba menyadarkan meski tahu jika hal itu mungkin takkan masuk ke kepala pemuda mabuk yang bersamanya.
Pemuda itu terdiam sejenak, sebelum kemudian kembali bicara. “Lex, jika terjadi sesuatu padaku, atau aku mati mendahuluimu, apakah kamu bisa mengabulkan satu keinginan
Bab Populer