Nafkah Nasi Aking
lirih Nesa.
Aku hanya bisa diam membatin, takut jika aku bicara tapi malah salah bicara, dan mas Rendi tahu pekerjaanku yang dulu.
“Ayo, Vin cepetan kasih saja. Aku mau cari Mona lagi. Oh iya, Nesa, kalau kamu ketemu sama Mona, tolong bujuk dia kembalikan uang kami. Kami sangat butuh uang itu,” timpal mas Rendi.
Aku pun memberikan nomorku kepada Nesa, itu pun terpaksa. Jika aku terus menolak, aku takut Nesa bicara yang nggak-nggak. Karena aku tahu sifat Nesa seperti apa.
Hot Chapters