Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Hanya kehangatan tubuh, kejujuran hati, dan doa yang terucap dalam bisikan lirih. Malam itu bukan malam penebusan dosa, bukan pula malam penyerahan tubuh semata. Itu adalah malam pengikatan jiwa, saat Ratri akhirnya berani percaya bahwa dirinya berharga, bahwa cinta bisa tumbuh bahkan dari reruntuhan hidup yang kelam.
723 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai lirik iridescent
Baca
+Pustaka
Grand Duke, Aku Bukan Wanita Simpananmu Lagi!

Grand Duke, Aku Bukan Wanita Simpananmu Lagi!

Dan lebih buruk lagi, goresannya tepat berada di dekat nadi. Iris perlahan mengangkat wajahnya. Air matanya mulai jatuh, tubuhnya tampak gemetar lemah. Namun di balik wajah menangis itu, Ishrina masih bisa melihat sorot kemenangan yang membuat bulu kuduknya merinding. “Kau akan lihat,” bisik Iris lirih. Jantung Ishrina semakin tidak tenang. “Kau gila!” ucapnya pelan.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai lirik iridescent
Baca
+Pustaka
Sebening Senja

Sebening Senja

Hanya di kamar ini ia bisa menunjukkan sebenar-benar dirinya, tanpa seorang pun tahu yang ia pikirkan bahkan rasakan. Jalinan air dan bumi, semakin merapat hingga tak ada celah untuk tak membasahi setiap benda yang terusap. Hadirnya selalu mampu memaksa Senja mengingat jejak lapuk yang kusut namun sulit untuk surut. Selalu ia nikmati meski pahit, selalu nagih seperti kopi dalam gelas gelatik yang ia genggam. Bersama tegukan dari bibirnya mengalir rindu menyesap hingga ke hati. "Senja, hujan." Bibir itu bergetar menahan dingin. Ia melipat tangan di depan dada seraya mendekap jaket yang terlihat lebih besar dari ukuran badannya.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai lirik iridescent
Baca
+Pustaka
Kilau Cincin yang Memudar

Kilau Cincin yang Memudar

Nathan adalah kepala Departemen Bedah Jantung termuda di Kota Pelabuhan. Semua orang bilang, tangannya paling mantap, dan hatinya juga paling dingin. Namun aku tahu, bukan berarti dia tidak pernah luluh hati. Hanya saja, kelembutannya tak pernah diberikan untukku. Sehari setelah pertunangan kami, ayahku mendadak terkena stroke dan dilarikan ke ruang gawat darurat. Perawat memintaku mencari keluarga pasien karena persetujuan tindakan harus ditandatangani. Orang pertama yang kuhubungi adalah Nathan. Telepon berdering lama sekali sebelum akhirnya diangkat. Dari seberang terdengar tangis lirih seorang wanita. Itu mantan kekasihnya, Widya. Nathan merendahkan suaranya. "Dya sedang mengalami serang
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai lirik iridescent
Baca
+Pustaka
ISTRI CANTIK YANG DURHAKA

ISTRI CANTIK YANG DURHAKA

Bibir tipis nan merah miliknya bergetar sambil menggumamkan sebuah nama. "Kak Riri, maafkan aku, hiks … hiks … maaf!" ucapnya lirih. Matanya menatap sebuah cincin yang melingkar manis di jarinya dan tak pernah dia lepaskan. Semenit kemudian, dia menyembunyikan wajahnya di antara dua lutut dengan bahu yang terus bergetar karena tangisan. ****
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai lirik iridescent
Baca
+Pustaka
Istri Cacatku, Kembalilah!

Istri Cacatku, Kembalilah!

“Hmm,” “Lima tahun yang lalu, aku hampir menikah dengan Damira. Tapi tidak jadi, karena dia pergi dengan orang lain dan menikah dengan orang itu. Aku sempat hampir gila waktu itu, pernikahan kita hanya menghitung hari dan tiba-tiba saja batal. Aku harus direhabilitasi di rumah selama satu tahun. Kehidupanku setelah itu berubah total, aku tidak seperti yang dulu lagi. Sampai akhirnya aku bertemu denganmu, wanita yang hampir mirip sekali dengan Damira. Dia juga suka bunga sama sepertimu, dia suka bunga lily dan mawar merah. Dia suka minuman coklat yang hangat dan dia suka berdansa.” cerita Alcand.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai lirik iridescent
Baca
+Pustaka
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Ayah buru-buru menaruh kotak itu dan langsung berlari keluar. Yansen adalah asisten Ayah, tetapi umurnya tidak jauh berbeda dengan Ayah. Ayah berjalan mendekatinya dan langsung bertanya. "Apa yang terjadi dengan Kiara?" Melihat Ayah begitu cemas terhadap Kiara, aku merasa iri. Iri karena dia mendapatkan kasih sayang Ayah dengan begitu mudah.
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai lirik iridescent
Baca
+Pustaka
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Diam artinya bahagialah, menangis artinya aku sangat mencintaimu Aku tak akan mati hanya karna ia tinggalkan Jadi berhentilah menatapku seolah aku sedang sekarat Jawabanku akan selalu dengan senyuman saat orang bertanya kabarku Tinggalkan aku sendiri, jangan temui aku Aku tak ingin memulainya kalau tahu kau akan pergi Aahhhgggg,,, PARAHHH,, nada tinggi gaes!! Tanpa diduga, ketika part nyayian balik ke reff, kakak gue sama sekali nggak ngeluarin suaranya. Dia malah ngarahin mic ke arah kita semua, yang artinya ngajak kita para penonton ikut bernyanyi. I ‘m ok, jangan menghiburku, tak perlu kasihan.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai lirik iridescent
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tidak Dirindukan

Istri Yang Tidak Dirindukan

Ia berhasil meneteskan air mata untuk semakin merusak riasannya. Nah seharusnya sudah cukup. Gladys siap memasuki babak berikutnya. Sebenarnya ini cukup menggairahkan. Kehebohan. Babak ketiga yang paling penting dalam drama ini. Lampu yang berpendar-pendar dan raungan sirene yang semakin keras memenuhi jalan masuk. Gladys keluar melalui pintu depan dengan histeris. Ia menjerit-jerit. “Cepat! Please... cepatlah, oh please...”
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai lirik iridescent
Baca
+Pustaka
Cucu Kegelapan

Cucu Kegelapan

Wahai, Sang Putri Bizura dari Kematian Awalmu telah merusak tatanan Lahirmu adalah Kegelapan Akarmu begitu mengerikan Sang Penerang akan menghitam Sang Pendengar jadi pendiam Sang Pengkhianat tak tenggelam Dan cahaya berubah kelam Wahai, Keturunan Sang Kebencian, Penggenggam Kematian Aku bernyanyi dengan segan Sempatlah ingat sebuah slogan "Dendam haruslah terbalaskan" Venus berdeguk, tak begitu paham dengan arti dari lirik-lirik tadi. Lalu, tanpa aba-aba, Nyanyian Kenya kembali memekik, tanpa jeda. Venus menggerung lagi. Matanya berkunang-kunang. Sejuta tawon tengah mendengung di dalam telinganya.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai lirik iridescent
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status