Sukses Setelah Dihina
Kening Riri mengerut, “Baik sekali Ibu Mandormu jika memang benar begitu, Mas. Sampai mau memberikan nomornya kepada karyawannya.”
“I-iya, Ibu Lira memang baik, sangat baik kepada semua karyawan-karyawannya. Sangat berbeda dengan mandor-mandor lain kalau menurut kami,” jawab Ilham yang awalnya agak tergagap, meski akhir kata—dia sudah mulai bisa menguasai diri lagi. “Aku mendapatkan nomor beliau dari grup. Beliau mempersilakan kami untuk menyimpannya supaya lebih mudah dalam berkomunikasi atau menyampaikan keluhan, begitu katanya,” lanjutnya menambahkan.
“Mukamu jadi tegang begitu. Nggak ada masalah serius kan, di sana selama kamu libur?” Riri mulai menaruh curiga.
Hot Chapters