Roh Dewa Perang
Mara mulai ketus.
“Beginilah aku tidak ada yang berubah dari dulu.”
“Iya, deh, iya, si paling formal dan rapi, tapi boleh, kok, gayanya.” Bingung, canggung, Mara hidupkan lagu agar perjalanan tak kikuk.
“Jangan datang lagi cinta, bagaimana aku bisa lupa, padahal kau tahu keadaannya, kau bukanlah untukku.” Mara nyanyi demi membunuh sepi.
Bab Populer