Akan Kubalas Pengkhianatanmu, Mas!
Otaknya yang masih didera sisa hangover berusaha mencerna kata-kata yang baru saja keluar dari mulut gadis itu.
"Apa maksudnya?" Dani mengira ia salah dengar.
"Kamu harus jadi pacarku," ulang Cinderella dengan nada santai, seolah ia baru saja meminta Dani untuk membawakan kopi, bukan berpura-pura menjalin hubungan romantis.
Dani terkekeh sambil memijat pelipisnya.
"Aku masih mabuk, atau kamu memang sedang gila, Nona Cinderella?"
Cinderella hanya mengangkat bahu, lalu berdiri, berjalan menuju lemari dan memegang jaket kulit yang terlipat rapi di kursi.