Serenade Cinta Dibawah Bintang
Dan satu lagu yang kini resmi mereka akui sebagai penutup dari satu bab dalam hidup masing-masing.
Malam harinya…
Luna duduk di balkon rumah, membawa laptop dan secangkir teh. Ia membuka file rekaman final lagu itu, lalu mengunggahnya secara pribadi ke sebuah platform musik daring.
Tanpa banyak penjelasan, ia menuliskan:
“Untuk semua yang pernah tinggal diam-diam. Lagu ini untuk kalian. Terima kasih sudah pernah hadir.”
Ia menutup laptop, menatap langit yang sedang bersih-bersihnya. Bintang tidak sebanyak malam-malam di Tokyo, tapi cukup untuk menemani.