Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Ia tersenyum, mengangkat cangkir logamnya seolah mengajak bersulang. Kamera perlahan menjauh, memperlihatkan titik-titik cahaya api unggun di tengah hamparan luas yang gelap. Teks terakhir muncul di layar: “Bonding — kebersamaan yang tak memerlukan naskah.” Kemudian layar memudar perlahan ke hitam. Petikan gitar terakhir masih terdengar, seolah berbisik lembut di telinga penonton.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai lagu penutup
Baca
+Pustaka
Kemenangan sang Nona Muda

Kemenangan sang Nona Muda

Con te io li rivivrò Con te partirò Su navi per mari Che, io lo so No, no, non esistono più Con te io li rivivrò Con te partirò Io con te Con te Partiro (It's Time to Say Goodbye) -Andrea Bocelli Penampilan Alina sangat istimewa. Lagu ini cukup terkenal, walaupun tidak sulit untuk dinyanyikan. Pembawaan Alina membuat lagu ini seperti diciptakan olehnya dan dimilikinya. Para petinggi, pejabat dan tamu lainnya mengangguk-angguk. Mengakui kehebatan siswa tahun pertama ini. Sesuai dengan judul lagunya, penampilan Alina mengakhiri acara pada malam hari ini. Sang pewara berniat untuk menutup pertunjukkan ini.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai lagu penutup
Baca
+Pustaka
Lost You in the Melody

Lost You in the Melody

Sang pembawa acara pun menjelaskan bahwa penampilan mereka merupakan puncak dan terkahir sebagai penutup acara ini. “Baik, tidak terasa kita telah berada di penghujung acara. Setelah ini, kita akan melihat sebuah penampilan musik dengan instrumen piano yang berkolaborasi dengan biola. Langsung saja.. kita sambut.. Keira dan Ellish dengan lagu River Flows in You...”
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai lagu penutup
Baca
+Pustaka
Biarlah Kita Berakhir di Sini

Biarlah Kita Berakhir di Sini

"Lea, aku ...." Tak ada kata yang cukup untuk menggambarkan perasaannya saat itu. Berg berlutut dengan satu lutut, mengangkat cincin yang indah ke hadapannya. Sang pengantin pria dan wanita tersenyum sambil memutar tabung confetti berisi pita dan kelopak bunga. Di bawah hujan serpihan emas yang berkilau, pria yang dicintainya menahan isak dan melamarnya. "Lea, aku mencintaimu. Maukah kamu menikah denganku?"
39.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai lagu penutup
Baca
+Pustaka
Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja

Laura menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. "Tidak. Aku akan segera pulang," sahut Allaric sembari mengenakan jasnya. "Tapi, aku masih merindukanmu," ucap Laura. "Masih ada lain waktu," kata Allaric tersenyum. "Benarkah? Bearti, kita masih bisa bertemu? Kau masih mau menemui ku?" tanya Laura penuh semangat. Allaric berjalan mendekati Laura. Ia mengelus pundak telanjang Laura, kemudian mengecupnya.
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai lagu penutup
Baca
+Pustaka
Truly in Love 2

Truly in Love 2

Wajah para pemain musik dan penyanyi tampak gembira melihat sambutan tersebut. Akhirnya tibalah lagu penutup, sebuah lagu tradisional Jerman, berjudul Kein schöner Land in dieser Zeit (No Country More Beautiful in This Time). Lagu ini mengekspresikan kekaguman pada negeri yang indah, dan berharap bisa berkumpul kembali di masa yang akan datang. Bagian akhir lagu mengucapkan selamat malam, memintakan perlindungan Tuhan kepada semua orang sebagai sesama saudara.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai lagu penutup
Baca
+Pustaka
Istri Nakal Mas Petani

Istri Nakal Mas Petani

Ketika itu hujan rintik Terpukau aku menatap wajahmu Di remang cahaya sinar pelangi Lalu engkau tersenyum, ku menyesali diri Tak tahu apakah arti senyummu (Widuri – Bob Tutupoly) “Wah … apik! Suaranya jernih! Gus, Sulis bawain Bapak lagu-lagu ini,” kata Pak Gagah, mengerling Wira lalu kembali menatap speaker kecil yang terlihat bagai sebuah keajaiban baginya. “Lagu apa lagi—lagu apa lagi? Canggih ini! Enggak perlu muterin pita kaset.” “Oke … selanjutnya kita dengarkan lagu berikutnya dari ….” Sully menekan tombol next.
10820.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32.0K kali sebagai lagu penutup
Tampilkan Ulasan (334)
Baca
+Pustaka
evvimn
entah berapa ratus ribu rupiah yang saya habiskan untuk membeli koin untuk membaca buku ini... Tapi semua itu worthed, bukunya bagus banget... saya bisa nangis, tertawa, senyum senyum sendiri ketika membaca buku ini....
Maxime & Reina 🩵
Aku baca bulan september 2024. Gak sengaja baca ternyata se keren itu, semenyentuh itu, sosok wira dan sulis bner bner luar biasa. Makasih kak atas karya nya.. Semoga ngga hilang kalo mau baca lagi.. 🩵🩵............
Baca Semua Ulasan
Tuan Muda untuk Putri yang Tertindas

Tuan Muda untuk Putri yang Tertindas

"Vella semangatlah! Kami selamanya mendukungmu!" Namun, Vella tidak bisa menahan air matanya. Terlalu banyak emosi yang telah ia utarakan malam ini, serta respons luar biasa dari para penonton membuatnya tak bisa membendung lagi. Lantas Vella mengambil napas panjang dan kembali memegang earphone di sudut bibir. Ia termenung sejenak, hingga akhirnya perlahan membuka suara. "Aku persembahkan lagu terakhir untuk malam ini, All About You ...."
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai lagu penutup
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status