Cinta Di Ujung Senja
Laura menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Tidak. Aku akan segera pulang," sahut Allaric sembari mengenakan jasnya.
"Tapi, aku masih merindukanmu," ucap Laura.
"Masih ada lain waktu," kata Allaric tersenyum.
"Benarkah? Bearti, kita masih bisa bertemu? Kau masih mau menemui ku?" tanya Laura penuh semangat.
Allaric berjalan mendekati Laura. Ia mengelus pundak telanjang Laura, kemudian mengecupnya.