Ah! Enak Mas Dokter
Hari ini, ibunya sudah menyiapkan empat buah roti isi cokelat dan keju yang besar.
Farah berniat memberikan roti-roti itu untuk Biru dan ibunya. Namun, hingga bel istirahat hampir selesai berbunyi, sosok anak laki-laki bermata biru itu sama sekali tidak muncul di balik pagar.
"Biru ke mana ya? Apa dia marah karena kemarin Kak Dylan memarahiku?" gumam Farah sedih.
Ia mengusap boneka kelincinya dengan lesu, merasa sangat bersalah jika Biru sampai tidak berani datang lagi karena takut pada kakaknya.