Candu Dekapan Kakak Ipar
Percakapan siang tadi di kantor melintas di benaknya, membuat firasat tak enak menjalar pelan.
“Djiwa,” suara Radja terdengar berat, seolah berusaha menghentikannya sebelum kata-kata itu terucap.
Namun Djiwa tetap melanjutkan.
“Djiwa mau memberitahu kalau …,” ia menelan ludahnya, jantungnya berdegup lebih cepat. “Djiwa sedang mengandung anak kembar.”
Sejenak ia berhenti, lalu melanjutkan dengan suara yang lebih mantap, “Duanya laki-laki.”