Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)
Wanita itu masih sibuk dengan dunianya, melupakan makan malam yang telah dibuatnya, tatapannya begitu kosong, dengan berbagai rasa sakit yang kembali datang.
“Apakah kesempatan itu memang sudah tidak lagi ada?”
“Apakah yang aku perjuangkan selama ini adalah hal yang sia-sia dan hanya akan berakhir luka seperti biasa?”
“Tuhan, tidak adakah kesempatan itu?”
Alle menggumam dengan nada yang menyayat hati, wanita itu mengusap wajahnya lelah, mengembuskan napasnya panjang dan beranjak dari sana. Tanpa ragu membuang semua masakan yang telah dibuatnya. Mood-nya benar-benar hancur dengan luka yang kembali menyapa.