Air Mata si Kupu-Kupu Malam
"Mama benar-benar kecewa sama kamu, Lucky. Kamu anak Mama yang paling Mama harapkan untuk melakukan dendam ini, tapi apa?"
"Aku ngga pernah lupa dengan dendam itu, Ma. Aku ngerti banget perasaan Mama." Lucky berjalan keluar kamar.
"Kalau kamu memang mengerti perasaan Mama dan masih dipihak Mama, kenapa kamu malah kecewa soal video itu? Kamu lupa siapa dia?"
"Aku tahu, Ma, aku ingat dan aku ... nggak pernah lupa. Tapi nggak gini juga caranya!" Lucky berdiri di tengah ruang tamunya yang agak gelap karena hanya diterangi senter ponselnya.