Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta yang Kupendam

Cinta yang Kupendam

tanya Almaira pada Alam yang sedari tadi berdiri terdiam dan terpaku. "Nggak! Nggak ada apa-apa. Aku hanya melihat kuntilanak yang sedari tadi menyisir rambutnya di depanku yang tak kunjung selesai," cibir Alam pada Almaira dan mencoba untuk menutupi perasaannya yang sesungguhnya. Almaira yang mendengar ucapan Alam langsung melotot mendengarnya. "Brengsek! Setan grandong, kamu!" kata Almaira balik mengatai Alam.
104.2K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as puisi rendra
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.4K viewsCompletedAdded to Library 201 Times as puisi rendra
Read
+Library
Naluri Sang Pendosa

Naluri Sang Pendosa

Naluri 1 "Dasar wanita penggoda! Enyah kau dari muka bumi ini!" Kedua tangan mencengkeram rambut panjang Lela. Suara hati bercampur dengan amarah yang membumbung dada, membuat Novi ingin mengakhiri nyawa wanita yang kini ada di hadapannya. Suasana depan kontrakan mulai gaduh dengan kebisingan mereka berdua. Saling adu mulut dan serangan penuh kebencian.
103.9K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as puisi rendra
Read
+Library
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Memangnya si kolor salah apa coba? "Oke... oke... ku hanya diam. Menahan, menggengam segala kerinduan." Wanti menyanyikan sepenggal lagu Tentang Rindu-nya Virzha, seraya membuat gerakan mengunci mulut. Abdi terkekeh. Wanti ini orangnya memang rame sejak zaman sekolahan dulu. "Setelah ini apa yang harus saya persiapkan, Pak?" Suri mengabaikan celotehan Wanti. Selain waktu yang mepet karena harus mengumpulkan kreasi-kreasi rajutan, ia juga mempunyai janji dengan supplier kulit.
1082.3K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as puisi rendra
Read
+Library
Janda Kembang

Janda Kembang

Lihat saja penampilannya, lusuh, kumal, mana rambutnya diikat ekor kuda begitu, idiih, yang benar saja, aku tidak akan tergoda oleh gadis kampungan kayak dia,' batin Reyhan. "Pak Reyhan, monggo silahkan masuk!" pinta Pakde Jarwo. "Oh iya, Pak. Tapi sebelumnya, tolong panggil saya Reyhan saja, jangan panggil Pak!" Pakde Jarwo tersenyum sambil manggut-manggut, "Iya, baiklah kalau begitu, lagi pula Pak Reyndra masih sangat muda, mungkin masih sepantaran anak saya yang pertama." "Saya baru umur 28 tahun."
106.3K viewsCompletedAdded to Library 232 Times as puisi rendra
Read
+Library
Kejamnya Mulut Suamiku

Kejamnya Mulut Suamiku

“Aku pernah dianggap tidak berguna, dianggap mandul, dianggap orang kampungan, dan dihina habis-habisan. Aku pernah dikhianati dan ditinggalkan begitu saja. Apakah kau benar-benar siap menerima seluruh masa laluku itu? Apakah kau tidak akan merasa malu suatu saat nanti?” Rendra tersenyum makin lebar, lalu mendekatkan wajahnya sedikit lagi. “Malu?” jawabnya dengan nada tegas dan penuh keyakinan. “Mengapa aku harus malu? Justru sebaliknya, aku sangat bangga padamu, Rina. Bangga karena kau mampu bertahan dan bangkit dari semua penderitaan itu. Bagi aku, masa lalu itu adalah bukti betapa kuat dan luar biasa dirimu. Semua penghinaan yang pernah kau terima justru membuatku makin ingin melindungimu
688 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as puisi rendra
Read
+Library
MENJADI ORANG KEDUA

MENJADI ORANG KEDUA

Hanya deru ombak yang menemani Rendra, lelaki gagah yang berdiri memegangi pagar dari kayu yang kokoh berdiri di bawah lampu beranda belakang yang temaram. Rasanya, di setiap tarikan nafas, Rendra bisa mencium bau garam yang terbawa angin. Tapi, ia menarik nafas panjang saat melihat kilauan cincin yang tersemat di jari manisnya sendiri. "Aku rindu kamu, Runi." Rendra menyentuh cincin yang lekat ia pandangi. Dan lelaki gagah yang sudah puas menatap cincin, sekali lagi menoleh laut dengan ombak pelan lalu melangkah masuk ke dalam.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 74 Times as puisi rendra
Read
+Library
Unperfect Marriage Revenge

Unperfect Marriage Revenge

Sambil mengacak rambutnya Rendra mengumpat kasar, matanya menatap nyalak adik perempuannya itu, "Itulah dirimu yang terlalu polos, Ra. Betapa mudahnya pria hidung belang itu memperdaya kamu, membuat kamu seolah-olah menjadi pusat dunianya. Sementara seisi dunia tahu, pusatnya hanya tertuju pada apa pun yang mengenakan rok!"
102.5K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as puisi rendra
Read
+Library
Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan

Asap hitam membubung tinggi. Namun, ada satu barang lagi yang masih menyisakan jejak Dita di rumahnya. Di pojok ruang tamu, sebuah lukisan cantik yang pernah Dita lukis. Dengan ekspresi acuh, Rizal melepaskan lukisan dari dinding dan membawanya ke halaman belakang. Tiba di sana, Rizal meletakkan lukisan itu di antara bara api yang berkobar. Warna-warni cat minyak itu melarut, membaur dengan kepulan asap yang terus menjulang.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as puisi rendra
Read
+Library
Air Mata Kerinduan

Air Mata Kerinduan

Saat melangkah keluar dari gedung pengadilan, sinar matahari menyinari wajahku, tapi aku tak merasa silau. Aku hanya merasa seolah terlahir kembali. Pernikahan hanyalah belenggu. Aku pernah rela mengikat diri di dalamnya, tapi orang yang kucintai malah melepaskan aku dengan tangannya sendiri. Mulai sekarang, di dunia yang begitu luas, aku bukan lagi istri Alvaro, bukan lagi seorang ibu rumah tangga. Melainkan Rani, seorang wanita mandiri yang tak bergantung pada pria.
2.5K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as puisi rendra
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status