SUAMIKU KEKASIH IBUKU
Senyum yang dulu sering ia pakai saat duduk di samping Kim Liong di kursi belakang mobil bisnisnya, saat ia mendengarkan pembicaraan bisnis, sambil memastikan pria itu merasa diperhatikan dengan sentuhan tangannya, sampai tak lagi tahan dan membuat supirnya menunggu di luar sementara mereka menuntaskan hasratnya.
"Kau juga," jawab Kanaya. "Masih tidak pernah kenyang." Kanaya memang mengakui King sebagai ATM berjalan untuknya saat usahanya kini yang tidak seramai duluh. Padahal lelaki itu sering membuatnya tidak merasa puas di tempat tidur.
Kim Liong terkekeh pelan. Tangannya naik ke punggung Kanaya, menahannya di sana. "Aku menyukaimu karena kau tahu caranya memuaskan aku."