Di Antara Dua Hati
suara Rendra terdengar rendah tapi mengintimidasi, seperti ancaman yang siap meledak kapan saja.
Bi Tuti menarik napas pendek, tenggorokannya terasa kering. Kakinya lemas, sementara rasa bersalah dan ketakutan bercampur menjadi satu. “Ma-maaf, Pak... Saya menyesal. Saya mohon, jangan pecat saya...” pintanya dengan suara bergetar, tangannya terkatup di depan dada, memohon belas kasihan.
الفصول الرائجة