Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat
Bapak menambahkan, "Benar, setelah ini kita akan makan enak di rumah, dan semua orang akan datang untuk merayakan keberanianmu."
Perjalanan dilanjutkan dalam keheningan sejenak, masing-masing tenggelam dalam pikiran sendiri. Aku memutuskan untuk menghidupkan radio, mencoba mencairkan suasana. Lagu favorit Shaka mulai terdengar, dan perlahan senyumnya kembali.
"Tuh, lagunya Shaka," kataku sambil tersenyum. "Ayo nyanyi bareng."
Shaka tertawa kecil, dan mulai ikut menyanyikan lagu tersebut. Suasana menjadi lebih ceria sejenak. Bapak melirik ke samping tersenyum melihat Shaka mulai rileks.