KEMBALINYA SANG RATU
Seorang seniman jalanan dari Taipei bahkan mengambil pena dan mulai menuliskan lirik lagu secara spontan, yang kemudian dinyanyikan bersama dalam sebuah koreografi kecil yang penuh semangat persatuan.
Malam itu, di antara lampu taman yang memantulkan bayangan lembut para pemuda yang berkumpul, Lintang duduk bersama Lin Yue di tepi kolam kecil di sebuah kuil tua. Angin malam menyusup di antara celah-celah batu, membawa aroma wangi bunga melati dan suara seruling yang berirama. Lin Yue berkata dengan suara lirih, “Ketika aku melihat bagaimana dunia ini terpecah antara kekuatan ekonomi besar—di satu sisi, kita punya dominasi teknologi, dan di sisi lain, nilai kemanusiaan yang terabaikan—aku ing