Gairah Liar Istriku
Kadang-kadang matanya yang tampak lelah akan terbuka, seolah mencari sesuatu di balik jendela kaca yang menampilkan laut gelap, lalu menutup lagi, menyerah pada kelelahan yang tak tertahankan.
Dita menatapnya dari kejauhan—sebuah pandangan yang merupakan labirin perasaan: perhatian yang mendalam, obsesi yang tak sehat, dan selipan rasa bersalah yang mati-matian ia tolak untuk akui.
“Sedikit lagi, Sayang,” bisiknya, suara yang hampir terenggut oleh terpaan angin. “Begitu kita tiba, kau akan bebas dari segalanya. Bebas dari mereka semua.”