Akhirnya Kau Mencintaiku
"Rea, mungkin kamu masih narah, tapi Jen--"
"Maafkan aku, Ibu. Aku harus segera pergi, permisi." Rea dengan terburu-buru mendorong troli dan melangkah menjauh sebelum Maryam menyelesaikan kalimatnya, sungguh Rea tidak ingin tahu apapun tentang Jeno dan mendengar namanya disebut.
Maryam menatap sedih kepergian Rea, mungkinkah sudah tidak ada harapan lagi untuk sang putra bersatu kembali dengan belahan jiwanya?