Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CINBU dan HURIN (Cinta Seorang Budak)

CINBU dan HURIN (Cinta Seorang Budak)

Tertahan yang pernah gagu di pelupuk Lalu sebisa hati kulerai cekatnya Dari embus sejauh angan Ingin kukabarkan Tentang luruh sekat memancang Tentang jemu semakin meradang Aku bernama sepi Tanpamu, sandar paling kekar Tanpamu, tatap paling debar Sedang di sini, masih kelu barang sepatah Dirantai sulur cintamu Diderai lara rindumu Hingga bila tatapku hendak mencumbu? Sultanku? *** Malam ini langit tampak cerah tanpa diselimuti awan. Bintang-bintang bertaburan menghiasi, bulan purnama pun terapung indah di lautan angkasa raya. Angin malam berembus sepoi menyibak rambut kecokelatan Rasyad Najmudin.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai lirik payung teduh menuju senja
Baca
+Pustaka
Misteri Cinta di Lokasi KKN

Misteri Cinta di Lokasi KKN

Bila larut tiba wajahmu terbayang Kerinduan ini semakin dalam🎵 🎶Gemuruh ombak di Pantai Kuta Sejuk lembut angin di bukit Kintamani Gadis-gadis kecil menjajakan cincin Tak mampu mengusir kau yang manis🎵 🎶Bila saja kau ada di sampingku Sama-sama arungi danau biru Bila malam mata enggan terpejam Berbincang tentang bulan merah🎵 Du du du du du du Ho ho ho oh.....
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai lirik payung teduh menuju senja
Baca
+Pustaka
MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

Suaranya mengalun seiring dengan intro dari petikan gitar. “Ketika warna jingga dengan rona keemasannya memantul dalam riak, Banyu yang tenang di sagara kini berombak. Berdua merenda asa menuju senja, setelah siang berlalu dengan gersangnya …
10116.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai lirik payung teduh menuju senja
Baca
+Pustaka
Wanita yang Kau Sakiti

Wanita yang Kau Sakiti

Cintaku serupa mentari Yang kutitipkan pada cahaya pagi Harapku dia menyinari dan membuatmu berseri Menyentuh ruang terdalam di hatimu dan meletakkan aku di sana hingga akhir nanti Cintaku seperti senja Meski hadir sekejap saja Namun, mampu memberi tenang Bagi yang memandang Serupa dirimu, Sayang Hadirmu adalah sesuatu yang ingin kujelang -Satya- ♡
1061.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai lirik payung teduh menuju senja
Baca
+Pustaka
Bayangan di Balik Senja

Bayangan di Balik Senja

Bab 4: Terjemahan Ukiran Anisa dan timnya berjalan kembali ke desa dengan hati-hati, membawa kitab kuno yang mereka temukan di gua. Matahari telah tenggelam sepenuhnya, dan hanya cahaya bulan serta obor yang menerangi jalan mereka. Meskipun lelah, mereka merasa semangat karena telah menemukan petunjuk penting dalam pencarian mereka.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai lirik payung teduh menuju senja
Baca
+Pustaka
Menikahi CEO, Penyesalanku

Menikahi CEO, Penyesalanku

“Ambillah. Pemilik tempat ini yang membuatnya. Dia pernah bilang pada aku, kalau aku melihat seseorang menunggu di depan pintunya saat hujan, aku harus memberikan ini.” Tangan Arif gemetar ketika menerima payung itu. Pegangannya terbuat dari kayu zaitun yang dipoles halus. Di sana, terukir dengan tulisan tangan aku, satu baris teks. [Badai selalu akan berlalu. Tetap bahagia di jalur kamu sendiri.] Dua kalimat yang sederhana itu menyambar Arif seperti petir, menghancurkan sisa-sisa khayalan terakhirnya.
7.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai lirik payung teduh menuju senja
Baca
+Pustaka
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Ardi tersenyum tipis—senyum yang lebih mirip luka daripada kelegaan. “Tidak. Karena kali ini… aku sudah siap menghadapi semuanya.” Claudia keluar dari rumah sakit dengan langkah gontai. Dia berdiri beberapa detik di tepi trotoar, memerhatikan kerlip lampu kota yang tampak buram oleh air mata yang terus mengalir tanpa ia sadari. Dalam benaknya, dua suara bertarung: Lari… atau kembali.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai lirik payung teduh menuju senja
Baca
+Pustaka
Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Vandero melirik langit gelap di luar jendela dan tanpa ragu bangkit berdiri. Sebelum pergi, dia melemparkan satu kalimat, "Malam ini kamu tidur sendiri!" Karena pintu kamar tidak tertutup rapat, suara tawa dari kamar sebelah samar-samar terdengar. "Dero, kamu datang?" suara Sylvaria lembut. "Papa! Cerita yang Tante Sylva ceritakan sangat seru!" kata Jody dengan gembira. Evan berkata dengan manja, "Papa, boleh nggak Tante Sylva tinggal di sini terus?"
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai lirik payung teduh menuju senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status