Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sepuluh Senja Terakhir Asa

Sepuluh Senja Terakhir Asa

Regan melingkarkan tangannya ke pinggang Sei. "Tergantung dulu waktu senja aku lagi sama siapa. Kalo sama kamu ya ga buang-buang waktu. Kalo sama yang lain liatin senja kaya gini ya buang-buang waktu aku." Jelas Regan panjang. Sei tersenyum pahit, cewek cantik itu menyampirkan rambutnya ke telinga. "Kalo suatu saat kamu lihat senja bukan sama aku, gimana?" Sei memeluk lengan Regan.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Mari Berpisah, Aku Menyerah

Mari Berpisah, Aku Menyerah

“Bukalah matamu, Honey. Tidak akan terjatuh seperti yang ada dalam bayanganmu.” Perlahan, Lora membuka matanya dan seketika… “MasyaAllah, indah sekali.” “Apa kubilang? Lebih indah dari yang tadi bukan?” Lora mengangguk antusias. Memang benar, pemandangannya jauh lebih jelas dan cantik di bagian sini. Ia juga bisa melihat pemandangan langit malam yang cerah tanpa tertutup awan ataupun mendung.
10212.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.6K kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Setahun Tanpa Sentuhanmu

Setahun Tanpa Sentuhanmu

cemooh Intan pada putrinya sendiri membuat semua orang tertawa. "Ya sudah besok, kami sekeluarga akan melamar Senja. Siapkan semua, Tan," putus Rofikoh yang sejak tadi, hanya mendengarkan saja. "Lho, Nek. Kenapa cepat sekali. Senja kan belum siap?" Jawaban Senja benar-benar tak terduga. Semua orang memandang heran ke arahnya. Tadi saja dia bilang sudah siap. Kenapa sekarang malah berkata sebaliknya?
1093.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai lirik melukis senja
Tampilkan Ulasan (7)
Baca
+Pustaka
pramudining
Bab terakhir publish hari ini, ya. terima kasih sudah berkenan membaca ceritaku. untuk sahabat semua yang sudah memberikan gem dan juga membuka bab berbayar, semoga rejeki kalian dilancarkan. jangan lupa baca cerita ku yang masih on going judulnya SANG PENARI PUJAAN HATI. LOVE YOU ALL
Ribu Nangin
Kak ma.f ya kau sayang lancang. saya suka novel cerita habis kayak berapa novel saya baca .semua habis klu di novel ini saya tggu sehari baru appfit . saya ada 4 atu 5 judul saya baca paling sebab atu dua bab akan appfit. saya doa pendek jln cerita paling brp jam saya sudah selesaibac
Baca Semua Ulasan
Diary Yang Basah

Diary Yang Basah

itu komentar mama Asni. “Lentera diujung senja// Kemuning yang terguris lembayung meredup dipelataran nirwana/ Kelam tertutup awan yang menghitam/Tiada lagi warna yang indah /Menghiasi hadirnya senja di pijaran kemuning// Jingga warna itu kemana/ Dia pun hilang dan redup sebelum sampai keperaduannya/ Tergantikan oleh gelap kelam menutup sebuah hari//Hanya sebuah lentera tinggal di sana/Menggantikan kemuning dan rona jingga/ Di ujung nirwana untuk temani senja//” Itu komentar Dessy ***
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Pelangi atau Senja

Pelangi atau Senja

Entah apa yang telah terjadi, perasaan untuk berhenti dan mengundurkan diri sering datang akhir-akhir ini, kadang merasa sulit, kadang tidak tenang, kadang merasa bersalah dan perasaan buruk lainnya yang mengganggu dan mengusikku. Sore itu cuaca terlihat, dengan cepat aku menyelesaikan pekerjaanku, ingin rasanya cepat pulang lalu pergi ke pantai untuk menikmati senja, senja yang selalu kurindukan sejak pertama aku menginjakkan kakiku di tempat ini, di mana aku bisa menikmati kesendirianku tanpa seorang pun
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
SENJA YANG KELABU

SENJA YANG KELABU

Cinta adalah Luka Bila bersama hanyalah duka Semesta berbicara...Bahwa takdir cinta Tak seindah sebuah Rencana... Sari berbicara dalam hati, Lumayan juga kata - katanya, memiliki arti dan makna mendalam, tapi sayang masih disegel jadi tidak bisa membaca isinya, jadi tidak tahu bagus apa tidaknya novel ini. Setelah menyimpan buku novel tersebut ditempat semula, Sari menghampiri Wina yang sedang asik membaca buku.
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
SALAM TERAKHIR

SALAM TERAKHIR

SENJA ada yang berbeda pada senja yang temaram semilir angin membelai mesra aku mematung - tatapanku hampa pada baris-baris awan yang saling mengejar di udara ada yang aneh aku jelas merasakannya aku yakin aku tak salah ya, aku telah jatuh cinta pada lelaki yang mengisi hari-hariku bermalam-malam lalu masih tiada masih hampa disini di hati kecilku namun kini tiba-tiba mencekik leherku cinta; rasa itu datang tiba-tiba aku tahu aku salah aku tahu kamu marah, tak suka harusnya ia tiada tapi aku manusia biasa tak kuasa menghalau magisnya; aku sungguh telah jatuh cinta padamu pada senja yang temaram - Mega
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Janji Selamanya

Janji Selamanya

Dia melangkah mendekati ranjang dan berlutut di hadapanku. “Luna, aku sudah tahu salah. Aku benaran nggak tahu kamu terkena tumor.” “Tolong jangan cerai, aku nggak bisa hidup tanpamu.” Saat bicara, air matanya bahkan mulai mengalir dari sudut matanya. Aku hanya tersenyum sinis, memandangnya dengan tatapan mengejek.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Aku duduk di kursi kayu, menatap air mata yang menggenang di matanya. Sampai akhirnya kesadaranku mulai kabur dan aku bisa merasakan dia memelukku dengan lembut. Aku bersandar di pundaknya, mendengar suara pelan dan lembut di telingaku. “Lisa, terima kasih. Terima kasih… sudah bersedia menggantikan putriku, memberiku kesempatan untuk merayakan ulang tahunnya sekali lagi.” Aku sangat ingin menjawab, “Terima kasih juga, bibi.”
8.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
ISTRI SIRI TENTARA  ALIM

ISTRI SIRI TENTARA ALIM

panggil Lani lembut, suaranya mencoba menenangkan. Tidak ada jawaban. Dengan hati-hati, Lani membuka pintu. Di dalam, ia melihat Senja duduk di sudut kamar, memeluk lututnya erat. Rambutnya berantakan, wajahnya sembab, sementara pandangan matanya kosong menatap foto yang tergenggam erat di tangannya. Hati Lani teriris melihat semua itu. Haruskah kukatakan yang sebenarnya pada Senja, bahwa aku ibunya agar dia tak merasa sendiri? "Mbak..." Suara Senja serak, seolah seluruh energinya telah terkuras habis. Ketika melihat Lani, ia langsung bangkit dan merangkul wanita itu erat. Tangisnya pecah dalam pelukan Lani.
1046.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status