Pengantin Tanpa Malam Pertama
“Ayo, Sayang. Kita tunaikan janji kita tadi.”
“Sebentar, aku juga mau ambil air wudhu dulu, Mas.” Almira juga beranjak.
Lalu setelah kembali, dia segera memakai mukena satinnya. Mereka berjamaah di atas sajadah yang sudah tergelar. Rayyan maju satu langkah ke depan, menjadi imam.
“Allahu Akbar...”
Suara Rayyan saat melantunkan takbir dan ayat-ayat suci terasa sangat merasuk ke sukma Almira. Suara itu berat, tenang, dan penuh penghayatan.