Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kau Duakan Aku, Kutarik Asetmu

Kau Duakan Aku, Kutarik Asetmu

Aku tidak menyangka dia sekejam itu. Aku menyandarkan kepala ke punggung ranjang tempat tidur. Mata ini menatap langit-langit kamar. Aku mulai meragukan ucapan maafnya beberapa waktu yang lalu. Mungkinkah dia tulus mengucapkannya atau hanya bersandiwara? "Assalamualaikum ...." Suara dari luar memberi salam. "Waalaikumsalam." Aku bergegas keluar kamar hendak membuka pintu.
9.286.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai tuduhlah aku sepuas hatimu
Baca
+Pustaka
Sembilan Tahun Lagi

Sembilan Tahun Lagi

“Aku nggak tau aku harus minta maaf gimana ke kamu.” “It’s okay, Ga. Aku sudah maafin semua. Aku sudah ikhlas. Aku bahagia dengan hidupku sekarang.” Ya, aku menikmati hidupku. Meski ada rindu yang merintih di sudut hati. Apalagi yang aku cari? Manusia cukup bersyukur dan menikmati hidup yang diberikan Langit padanya untuk merasakan bahagia kan?
1018.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 714 kali sebagai tuduhlah aku sepuas hatimu
Baca
+Pustaka
OUCH IT'S YOU

OUCH IT'S YOU

“Tuduh aku sekali lagi, I’ll kiss you, Jenata,” Perutku terasa geli lagi. Nafasku ikut memberat. Aku deg-degan. Dengar kalimat gitu aja dari mulut seorang Gugi ternyata masih bikin kewarasanku goyah. “Ayo tuduh aku lagi! Kalau emang kamu yakin tuduhan kamu benar, ucapin sekali lagi!”
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai tuduhlah aku sepuas hatimu
Baca
+Pustaka
Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu

ejek Frederick yang akhirnya mengetahui niat busuk Indy. “Ha-ha-ha,” tawa Indy. “Kau boleh mengatakan aku gila tapi aku tidak akan membiarkan suamiku menceraikanku,” balas Indy dengan senyum sumringah. “Apa yang ingin kau lakukan?” tanya Frederick. “Percayakan semuanya kepadaku. Aku akan mengembalikan dirimu melalui tempat yang tepat,” tawar Indy kepada Frederick
9.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai tuduhlah aku sepuas hatimu
Baca
+Pustaka
Peluklah aku Seperti Dulu

Peluklah aku Seperti Dulu

“Ibu, apa salahku padamu?” “Kamu membuatku kesal setiap hari, sampai-sampai aku hampir tidak tahan melihatmu,” balas Audrey tajam. Kemarahan itu justru membuat yang lain terhibur, terutama Bruce yang sengaja memanas-manasi. “Sepupuku ini memang yang terburuk, hatinya begitu kelam. Dia tidak pantas makan, seharusnya dia merenungi perbuatannya.”
1026.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai tuduhlah aku sepuas hatimu
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah Dengan Mantan Suami Mbak Ku

Terpaksa Menikah Dengan Mantan Suami Mbak Ku

kata hati Indah Aku tahu posisi aku sekarang itu apa? aku juga tahu, aku tak punya hak untuk marah apa lagi cemburu. Tapi apa kamu pernah berpikir tentang aku? Sekali saja, Mungkin aku yang terlalu banyak berharap sama kamu tentang hubungan pernikahan kita ini. Sampai-sampai aku lupa cara membahagiakan diri sendiri.
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai tuduhlah aku sepuas hatimu
Baca
+Pustaka
Aku Tak Sepolos Yang Kalian Kira

Aku Tak Sepolos Yang Kalian Kira

Seperti inikah sifat suamiku? "Mas!" ucapku melihat Mas Hilman berdiri. Kali ini, tak kan kubiarkan Mas Hilman menghindar. "Kamu bilang aku sekarang seorang Istri. Tapi jangan lupa, kamu sekarang juga seorang Suami, Mas!" Aku menghembuskan napas berat. Sebelum akhirnya melanjutkan ucapanku.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai tuduhlah aku sepuas hatimu
Baca
+Pustaka
UANGKU BUKAN BERARTI UANGMU, MAS!!!

UANGKU BUKAN BERARTI UANGMU, MAS!!!

Ucapku "Harusnya kamu tuh jadi suami yang bersyukur, bukan aku. Masih mending aku gak menuntutmu terlalu dalam. Kamu kasih aku uang bulanan yang sedikit pun aku terima. Malah aku juga ikut capek mesti bantuin kerja, malah menuduhku yang bukan-bukan." Timpalku "Halah ngeles aja kamu tuh Da, atau jangan-jangan benar apa kataku tadi hah??" Kata Mas Bowo sambil mendekat kewajahku
1066.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai tuduhlah aku sepuas hatimu
Baca
+Pustaka
Mencarimu dalam Bimbang

Mencarimu dalam Bimbang

Aku menangis bahagia untukmu Kau boleh tertawa melihat kesungguhanku Namun, Ketulusanku kan menemani langkah yang berjuang bersama do’amu Tiada yang bisa ku beri untuk membahagiakanmu Tapi cinta tulusku kan selalu tertanam dalam kalbu Jangan kau percaya kata-kataku Perhatikan saja tingkah bisuku Di situ ku memendam rasa yang tak mungkin ku jelaskan padamu Lukamu adalah lukaku Meski tersirat dalam jiwamu Bahwa lukaku tetap lukaku Kau tak perlu merasakan kesengsaraanku Biar ku berusaha untuk membantumu Untuk kebahagiaan yang kau harap datang padamu
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai tuduhlah aku sepuas hatimu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status