Aku Di Sebelahmu, Tapi Jiwamu Tak Bersamaku
Aku menoleh pada Reisha yang tampak tidak tahu harus bagaimana, lalu meneruskan dengan dingin, "Kacang lupa kulitnya. Nggak ada yang bisa dibicarakan di antara kita."
Tristan terdiam tanpa bisa membantah sepatah kata pun. Wajahnya memucat. Sementara itu, mata Reisha langsung memerah. Dia menangis, tetapi mulutnya tetap berkata, "Aku bukan kacang lupa kulit! Aku nggak suka kamu! Kamu nggak pantas jadi mamaku! Papa, cerai saja sama dia!"
"Ingat, lusa ke pengadilan negeri." Aku menatap Tristan yang tampak serbasalah dan menenangkan Reisha itu, lalu meninggalkan mereka setelah melontarkan kata-kata itu.
Bab Populer