Rindu yang Lupa
Fira bermuka senang, Caca berisak sedu- sedan, Lala bertepuk tangan meminta jajan.
“Aku pikir, ayah telah lupa jalan pulang.” Ungkap Caca lugu, lantas minta dipangku. Namun tangan yang dirindukan, senyum yang diharapkan, gurauan yang diimpi-impikan, kebersamaan yang lama dikubur dalam ingatan kemudian ingin digali untuk dimunculkan di permukaan hilang, dengan sebaris kalimat yang saat itu belum dimengerti oleh Fira dan adik-adiknya.
“Mereka adalah harta berharga yang tidak dapat aku tinggalkan, kau mengerti?” Kata lelaki itu tiba-tiba.
Bab Populer