Hati yang Kau Sakiti
"Karena kamu adalah satu-satunya orang yang membuatku merasa utuh. Kamu yang selalu ada dalam pikiranku, meski kita terpisah jauh. Kamu yang selalu kurindukan."
Kiran terdiam, hatinya berdegup kencang. Kata-kata Arga seakan menusuk langsung ke dalam jiwanya, membuatnya merasa tak berdaya.
"Apa aku boleh mengejarmu?"
"Mengejarku?"
Arga mengangguk pelan. "Hmm ... itu juga kalau boleh."
Kiran berpikir sejenak, lalu menggeleng. "Tidak boleh."
Arga terdiam, senyum di wajahnya perlahan memudar. Ia menghela napas panjang, membuang muka ke arah lain, sambil menyilangkan tangan di dadanya. "Ya sudah."