SELUMBARI
Sama seperti kondisi di luar, di dalam gedung pun sepi—tidak ada pengunjung lain.
Aku mendatangi meja pendaftaran yang tepat menghadap pintu masuk. Seorang perempuan dengan rambut digelung rapi ke belakang melayaniku dengan ramah. Dia tidak menanyaiku banyak hal, hanya konfirmasi sudah buat janji apa belum, lalu memintaku untuk menunggu dibangku. Tidak banyak bangku yang disediakan di sini, hanya dua baris, menyisakan banyak ruang kosong di lobi. Seorang ibu-ibu duduk di sana dengan seorang anak laki-laki di sebelahnya. Ibu itu menoleh saat aku berdiri di sampingnya.
Hot Chapters