Duke Kejam itu Suamiku
Ia mengambil tangan istrinya, mencium telapak tangan itu dengan penuh khidmat, seolah-olah ia sedang menyegel sebuah sumpah baru.
“Dengarkan aku, Sayangku. Taman ini memang indah, tapi bagiku, ini bukan sekadar tentang bunga-bunga yang mekar atau air yang mengalir di kolam. Ini adalah simbol.”
Ia menjeda sejenak, membiarkan suaranya meresap ke dalam hati Aurelia. “Ini adalah bukti bahwa cinta kita telah berakar kuat di tanah Valen. Sebagaimana akar melati itu menghujam dalam ke bumi agar bisa menopang kelopaknya yang halus, begitulah cintaku padamu. Ia telah tumbuh melewati lapisan batu dan kedinginan, hingga akhirnya menjadi fondasi yang tidak akan bisa digoyahkan oleh badai mana pun.”
Bab Populer