Love by Choice
Banyaknya tamu undangan akan membuat sumbangan semakin banyak pula, yang berarti modal membuat pesta pernikahan bisa semakin banyak terbayarkan.
"Lo kenapa ngajakin gue ke sini? Nggak mungkin, kan, cuma karena lo pengin cilok lagi?" tanya Hugo setelah berjongkok di sisi kanan Gia. Tangan kanannya memutar botol kaca berisi teh dingin. Gia bilang, cilok yang dimakan bersama Hugo di depan KUA dulu enak banget. Sekarang, dia berharap bisa makan itu lagi. Sayangnya, ini masih terlalu pagi. Penjual cilok itu belum terlihat hilalnya.
"Menikah itu apa, Bang?" tanya Gia. Dia menundukkan kepalanya.
Hot Chapters