O, Yang Mulia!
Kini, di hadapan mereka, kedua simbol itu berada dalam satu badan: Jendral Lucius.
"Kegigihan kalian sudah dijawab oleh Dewi Lumen!" seru Lucius. "Namun bukan berarti kegelapan telah sirna ... pejuang, berikan aku semangat kalian!"
Lucius kembali menghunus senjatanya ke udara. Pedang itu sudah bersih sama sekali, bersinar seperti purnama di langit malam yang gelap pekat.
"Uaaaa!"
Seluruh manusia yang berada di situ bersorak. Semangat mereka membara, membakar udara. Semakin mereka bersemangat, semakin terang cahaya yang dipancarkan pedang Lucius.