Pendekar Kitab Iblis
Angin kencang terus menderu di halaman Biara Shaolin, seolah alam pun ikut merasakan ketegangan dan kesedihan yang meliputi tempat itu. Aroma darah bercampur dengan tanah basah menyatu dalam udara dingin yang membalut seluruh area. Shian Kui, meskipun terluka, masih memiliki satu jurus pamungkas. Dia mengangkat tangannya, matanya bersinar merah penuh amarah, menembus kegelapan seperti bara api yang membara. "Cakar Iblis Putih!" serunya, tangannya berubah menjadi cakar tajam yang memancarkan cahaya putih menyilaukan, menciptakan pemandangan yang menakutkan dan memukau sekaligus.
Hot Chapters