Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PENJELAJAH WAKTU DAN JEO

PENJELAJAH WAKTU DAN JEO

Menebak-nebak karena raut wajah Jeo yang tampak ragu. "Cukup bisa dipercaya." Bora bernafas lega, akhirnya ocehannya digubris. “Tunggu sebentar.” Jeo pergi ke dapur lagi. Kali ini agak lama, Bora yang mati bosan berjalan sambil memperhatikan lemari penuh Beer dan lukisan-lukisan kuno berbagai ukuran. Mulai dari lukisan dari pelukis terkenal Leonardo da Vinci yang ukurannya hanya sebesar telapak tangan hingga lukisan besar ukuran satu meter lebih yang di dalamnya ada gambar pria dengan mata tertutup, abstrak, tidak jelas betul tapi Bora tau itu potret manusia.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai lukisan porcelain
Baca
+Pustaka
Istri Figuran CEO Arrogant

Istri Figuran CEO Arrogant

Di tengah kebisingan itu, Cahaya tidak bisa menahan diri untuk mengangkat bulu matanya yang basah dan melirik ke depan! Ada sebuah lukisan kuno, menggambarkan lanskap hijau yang dihiasi dengan pemandangan cabang-cabang pohon willow yang sedang bertunas. Lukisan itu memiliki keanggunan tersendiri, dan semua orang tahu bahwa lukisan ini adalah hadiah dari Lucinda untuk Darel untuk pertunangan mereka. Orang-orang mengatakan lukisan itu sangat berharga sehingga tidak bisa dihargai!
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai lukisan porcelain
Baca
+Pustaka
Sang Pengantin Lucchesi

Sang Pengantin Lucchesi

Seandainya situasinya berbeda, jiwa seniman Liz pasti sudah menggila dalam tuntutan untuk meneliti setiap detail rumah berkelas ini. Mulai dari jambangan bunga porselen, lampu kristal megah di langit-langit, barang-barang antik, tangga melingkar dari marmer, dan barisan pelayan berseragam serasi yang membungkuk ke arah pintu. Tempat ini terlihat seperti museum. Yang paling menarik perhatian Liz adalah lukisan besar di dinding yang menggambarkan sebuah pesta di pedesaan.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai lukisan porcelain
Baca
+Pustaka
Cara Menangani Perselingkuhan

Cara Menangani Perselingkuhan

Jemarinya menunjuk pada sebaris gambar lukisan yang menampilkan visual anak kucing dan anjing. "Aku ingin lukisan ini. Apa pun yang terjadi, lukisan ini harus menjadi milikku," ucap Jovian tegas, menyiratkan ambisi yang mutlak. Indra mengambil alih buku katalog tersebut dari tangan Jovian, meneliti setiap jengkal detail dari lukisan yang tertera di sana. Di bawah gambar, tercantum nama sang seniman: mendiang Febrian Haryanto. Tersemat pula sebuah deskripsi pendek:
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai lukisan porcelain
Baca
+Pustaka
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Diam-diam merasa bangga melihat Shu Yi yang dulu seperti katak dalam tempurung kini mengepakkan sayap dengan bebas. Gadis dari keluarga terpandang saja tak bisa menandingi. Setelah Shu Yi selesai dengan kata sambutan, pembawa acara memamerkan barang pertama yang dilelang. Lukisan Shangguan Yi tentang musim semi. Lukisan ini terjual seharga lima ratus ribu tael perak. Pembelinya adalah permaisuri, diwakili oleh seorang dayang istana. "Barang berikutnya adalah satu set porselen Ru putih dengan dekorasi biru. Dari dinasti sebelumnya."
1022.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 516 kali sebagai lukisan porcelain
Baca
+Pustaka
Toxic Boss

Toxic Boss

Chapter 54 Mereka memasuki sebuah ruangan yang dipenuhi dengan aneka keramik yang unik dengan eksterior bernuansa warna pastel begitu juga dengan di bagian interiornya yang berwarna pastel. Desain bangunan yang sederhana juga dipenuhi dengan lukisan dan karya seni lainnya seperti patung dan topeng. "Ini semua buatan mu, San?" tanya Delina. "Iya, tapi tak semua juga hanya sebagian. Nah, sebagian lagi ada yang saya beli dari para seniman local sini. Kalau topeng juga aku dapat dari seniman lokal dekat sini," jawab Sandra menjelaskan.
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai lukisan porcelain
Baca
+Pustaka
Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku

Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku

“Menurut Om Lionel, mana yang bagus?” Meilissa deretan pot fondue keramik lukis tangan. Polanya klasik bermotif bunga alpine merah putih, dengan finishing mengkilap. Kalau tebakan Lionel benar, pasti untuk Bibi Emma. Mata Meilissa berbinar, tapi dia masih saja ragu. “Tapi Pak sopir pasti suka pisau ini, Om. Jadi bingung akunya."
1049.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai lukisan porcelain
Baca
+Pustaka
Kembalinya sang Pewaris Terkuat

Kembalinya sang Pewaris Terkuat

Vas porselen biru putih ini tampak sangat indah. Ada gambar sepasang bebek mandarin bersandar satu sama lain yang tertanam di vas porselen itu. Di latar belakangnya adalah sebentang lukisan realistis pegunungan dan sungai. "Ini asli!" Billy menjawab tanpa ragu-ragu.
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 492 kali sebagai lukisan porcelain
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Sangkar Rahasia

Cinta Dalam Sangkar Rahasia

“Aku bagian pilih posisi terbaik. Aku ngerti cahaya dari jendela datangnya dari arah mana.” “Pede banget, padahal kamu selalu motret backlight,” goda Darian. “Eh, itu gaya!” Averine mulai menempel beberapa lukisan di dinding ruang tengah. Ada lukisan Calia, ada sketsa dapur yang berantakan, ada lukisan Eira yang lagi duduk sambil baca buku. Di pojok, dia pasang lukisan paling besar judulnya Porcelain Cage. Itu lukisan yang dia selesaikan waktu hamil tua. Gambar sangkar terbuka, dan di luar ada tiga bayangan orang. Simpel, tapi penuh makna.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai lukisan porcelain
Baca
+Pustaka
CINTA TERSEMBUNYI TUAN TANAH

CINTA TERSEMBUNYI TUAN TANAH

Tante Jesica menundukan kepalanya sekejap kepada Anggara memberi salam. "Tentu saja." Citra menggunakan kesempatan ini untuk melepaskan tangannya dari pelukan Anggara. Waktu berlalu dan Citra berhasil menghindar dari Anggara sampai acara hampir selesai, ketika acara hampir selesai, ia mendapati dirinya terdorong untuk berdiri di depan peti kaca yang bertuliskan "TIDAK DIJUAL". Karya itu adalah sebuah lukisan sebuah rumah yang bergaya klasik dengan pemandangan pegunungan yang asri, terlihat sangat damai dan tenang.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai lukisan porcelain
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status