Pelakor Itu Pembantuku
sergah Mala menatapku lekat.
“Makasih, di mana ini?” tanyaku sambil menguap.
“Itu gedungnya, kita cari info pendaftaran dulu, ya!”
“Ok, bentar, deh, masih pening kepalaku,” kembali kurebahkan kepala di sandaran.
“Kalau aku bisa bantu, apa yang bisa kulakukan untuk meringankan bebanmu, Mel?”
Aku tersentuh, kalimat Mala membuat gairah hidupku kembali bergejolak. Kupaksa buka mata, kutekan rasa pening dan nyeri di kepala.
Bab Populer