Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Air mata yang Kutumpahkan

Air mata yang Kutumpahkan

"Mbak Ani bilang apa?" "Nggak bilang apa-apa, Neng. Saya cuma sedang belajar ngerap. Ngerap 'kan memang seperti orang yang sedang ngomel-ngomel gitu, Neng." Satu hal baru yang baru ia ketahui. Mbak Ani kalau ngeles ternyata alus pisan, ya?
1091.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai tatapan mata elang
Baca
+Pustaka
Marriage With Benefits

Marriage With Benefits

Caramel Attanaya Raharja POV Seperti apa kata pepatah yang mengatakan jika tak ada gading yang tak retak begitulah sosok Elang di mataku. Siapa sangka laki-laki yang terlihat macho, pintar dan sempurna secara kasat mata ini nyatanya takut ketinggian. Sepanjang kami turun dari atas ke bawah di gua Jomblang ini, ia tidak mau membuka kedua matanya. Tentu saja aku tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk mengabadikan momen ini. Siapa tahu saja saat aku butuh hiburan, tinggal aku memutarnya.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai tatapan mata elang
Baca
+Pustaka
Menjadi Tawanan Rubah Tampan

Menjadi Tawanan Rubah Tampan

gumam Allard pada angin malam. Di kejauhan, seekor elang raksasa berputar-putar di atas Lembah Kabut, mengawasi setiap pergerakan. Mata elang itu berwarna biru malam—warna yang sama dengan mata seorang wanita yang kini tengah duduk di sebuah meja kayu di dalam kegelapan, menunggu bidak-bidak catur takdirnya bergerak ke posisi yang tepat.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai tatapan mata elang
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
ida sari
seru banget nih ceritanya,bikin penasaran knp bisa seorang kaisar memiliki putra yg berbeda dengan manusia biasa dan knp juga dia sangat menginginkan putra nya lenyap dr hidup nya.. wajib baca nih yg pada penasaran.
C. Widyawati Kurni
ceritanya bikin deg-deg aku, sedih senang dengan membaca kata-kata dan banyak kalimat yang menari-nari di otak seperti melihat aselinya... bravo buat penulis cerita ini... walaupun harus sabar setelah kelar 2 bab ...
Baca Semua Ulasan
Brubuh Krendobumi - Pendekar Kembara Semesta Seri 3

Brubuh Krendobumi - Pendekar Kembara Semesta Seri 3

“Tapi ketika Brajawala mengubah diri menjadi binatang, kita berdua jadi kerepotan. Apalagi kalau wujud binatang itu bisa menyemburkan api, waduh..., lebih berbahaya lagi!” Terdengar suara burung elang di angkasa. Suara itu berada tepat di atas kepala Lakseta dan Sadrata! Keduanya menoleh ke atas. Mereka melihat sorot mata elang hitam itu sungguh menakutkan. Sorot mata itu penuh ancaman. Ancaman kematian bagi yang ditatapnya!
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai tatapan mata elang
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Sementara, air di westafel terus saja mengalir. ****** “Yeeeey.. Sampai!!” teriak Emmy kegirangan. Kelima mahasiswa itu sedang bersandar di pagar dek kapal. Mereka memandangi menara khas Lampung, Menara Siger yang menyerupai mahkota tradisional. “Welcome to Lampung,” ucap Lili yang sedang membaca tulisan besar yang ada di tepi daratan. “Laper banget gua. Habis ini kita cari rumah makan ya guys?”
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 275 kali sebagai tatapan mata elang
Baca
+Pustaka
SUNAN ZUNUNGGA

SUNAN ZUNUNGGA

Keluar dari sarang mereka mencari dedaunan dan rumput segar untuk mengisi perut. Suara-suara binatang hutan seperti jangkrik dan makhluk lainnya yang melata dan terbang, berdesis seperti simponi. Alunan klasik yang sama sekali tak menghantarkan sisi seram Ranting Sembah. Namun, tiba-tiba di atas langit tosca yang nampak teduh… Wushh wushhh Seekor elang berkepala sembilan terbang rendah dari atas pohon besar berumur ratusan tahun.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai tatapan mata elang
Baca
+Pustaka
Panglima Kalamantra

Panglima Kalamantra

tutur gadis itu sedikit gelisah. “Apa yang kau khawatirkan, Maitreya?” “Di hutan aku melihat seekor elang dan singa jantan. Kedua hewan itu juga selalu terlihat muncul di dalam mimpimu.” Rion mengatupkan bibir. “Kau bisa melihat mereka?” Maitreya segera berlutut di depan Rion. “Apa yang kau lakukan Maitreya?” Rion mundur beberapa langkah.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai tatapan mata elang
Baca
+Pustaka
ISTRI CERDAS PURA-PURA BODOH

ISTRI CERDAS PURA-PURA BODOH

“Kau lihatlah matahari yang mulai terbenam.” ”Iya!” gadis itu menatap ke arah langit dengan cahaya keemasan yang berpendar. Dia begitu mengagumi ciptaan Tuhan yang begitu indah. “Pejamkan mata dan mohonlah sesuatu yang sangat kau damba.” Ucap Elang dengan tersenyum. Sorot matanya menatap sang mantan dengan penuh cinta. Jemari Elang menggengam lebih erat seolah tak ingin melepasnya lagi.
8.4316.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.4K kali sebagai tatapan mata elang
Baca
+Pustaka
Terperangkap dalam Dunia Elang

Terperangkap dalam Dunia Elang

Berusaha menyembunyikannya dari Elang. Elang berdiri di ambang pintu dengan tubuh setengah telanjang, hanya mengenakan celana panjang hitam. Memperlihatkan dada bidang dengan tato mawar artistik menghiasi sisi lehernya. Gurat tinta itu menjalar ke lengannya yang berotot, seperti lukisan hidup yang sarat akan makna. Dan di punggungnya yang tegap, seekor elang terukir megah—simbol kekuatan, sekaligus penanda siapa dirinya. Tatapannya tajam, namun senyumnya menuntut. Ia seperti binatang buas yang baru saja kenyang, tapi belum ingin melepas buruannya.
783 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai tatapan mata elang
Baca
+Pustaka
Aster [Indonesia Ver.]

Aster [Indonesia Ver.]

“Latihan apa?” Langit semakin memperdalam tatapannya, Green tak lagi berusaha menghindar, selama beberapa saat ia menikmati mata elang Langit. Mata itu bak telaga yang airnya jernih dan menenangkan. Green suka menatapnya, hanya sebentar karena setelahnya Green sadar tak seharusnya begitu. Secepat mungkin Green memutus kontak mata itu, namun Langit menahannya, mereka kembali bertatapan.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai tatapan mata elang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status