Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENANTU SETENGAH DEWA

MENANTU SETENGAH DEWA

Hakya terus mengamati apa yang dilakukan oleh Tuan kafka dan nyonya Farah, ibu mertuanya itu tampak terus menaburkan menyan di dalam wadah yang masih mengebulkan asap tersebut sehingga bau kemenyan benar-benar menusuk hidung. "Siap Ratu! Kami memanggil Ratu datang kemari untuk memberikan laporan mengenai tugas yang Ratu berikan kepada kami tempo hari," ujar Tuan Kafgka yang kemudian membuka suaranya, namun tidak membuka matanya.
9.888.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai mai pen rai
Baca
+Pustaka
PERMAISURI YIN

PERMAISURI YIN

Tabib Ruyi pun pergi meninggalkan desa selatan dengan perasaan tak tenang yang tak bisa dijelaskan oleh apa pun. *** Aroma hangat bakpao menguar di udara. Di tengah riuhnya taman kerajaan yang sudah dihiasi lentera merah dan emas, Ratu Su Yin duduk anggun di samping Raja Li Wei, menyuapkan potongan kecil bakpao isi kacang merah dan daging ayam ke mulutnya.
1019.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 486 kali sebagai mai pen rai
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Rajin (Minta)

Tetanggaku Rajin (Minta)

“Kenape? Saking banyaknya duit elu, gitu? Swombooong ….” “Bukan! Mijon bin suujon aje lu, Mbak!” “Lah, terus?” “Duit gue recehan koin semua! Gimana caranya tu rayap mau ngabisin?” “Bwahahahaha … rontok gigi rayapnye, ye, Rin?” “Mau masak apa, Mbak?” “Mau masak menu makanan khas Minang!” “Bwiiih … rendang?”
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai mai pen rai
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Bukan pesan… tapi peringatan. Bersamaan dengan itu, suara langkah terdengar dari ruangan sebelah. Raksa spontan meraih tongkatnya, tapi Arjuna menahannya dengan isyarat tangan. Dari balik bayangan muncul sosok tua berpakaian sederhana, rambutnya panjang, matanya jernih namun terlihat menyimpan kedalaman tak biasa. Ia tersenyum, lalu berbicara pelan, “Jadi akhirnya kau datang juga, Sang Penjaga Pajajaran.” Raksa menatap curiga. “Siapa kau?” Orang tua itu membungkuk hormat pada Arjuna. “Namaku Ki Manasrana. Aku penjaga naskah yang tersisa, seorang juru rasa waktu.” Arjuna mengenalnya, bukan dari dunia ini, tapi dari bisikan Ratu Rahayu di dalam mimpinya.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai mai pen rai
Baca
+Pustaka
Sang Penakluk

Sang Penakluk

Indira keluar dan membawakn minuman dingin untuk keduanya. “Seru amat!” cetus Indira dengan senyum. Jan melingkarkan tangan di pinggang istrinya dan mengecup rambutnya dalam-dalam. “Kata Papa, kita lagi mengukir kenangan hari ini, Ma! Asyik deh!” Indira tersenyum dan mengatakan untuk Renzo segera minum. “Memangnya kenangan kemarin nggak asyik?” tanya Indira. “Asyik juga. Kita bertiga, sama ayah Keenan, mancing dapet ikan gede bgt!”
1046.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai mai pen rai
Baca
+Pustaka
Dimanja Om Tampan

Dimanja Om Tampan

tanyaku sambil melirik Riri yang di samping mas adrian Ternyata wanita bergaun merah itu memang dia. "Ko riri pulang malam dari mana ajh, bajunya ko kegini?" Tanyaku pada riri yang nampak gugup. "Tadi teman aku ulang tahun mbak makanya aku pulang malam, maaf lupa ijin sama mbak" jawabnya sambil terbata bata Lalu aku melirik ke arah mas Adrian "Tadi aku di ajak klien makan malam yang trus hp ku lowbat makanNya aku gak sempat kabarin kamu." Jawab adrian menyembunyikan kegugupannya
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai mai pen rai
Baca
+Pustaka
Dear Mantan

Dear Mantan

Pria itu tengah tertawa terbahak-bahak melihat penampilannya. Vina benar-benar mirip Sailormoon dengan rambutnya yang ikut dikucir dua. Astaga! Jika bundanya melihat ini, pasti akan merukiyah dirinya. "Puas lo!" dengus Vina. "Belum." "Apa?" Vina melotot, ingin rasanya memutilasi Sean. Mencampurnya ke dalam ramen. "Bersihin semuanya yang bersih, ganbate Davina." Sean melambaikan tangannya, sambil terkekeh geli.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai mai pen rai
Baca
+Pustaka
MENARI BERSAMA HUJAN

MENARI BERSAMA HUJAN

ucap Echi "Oh iya jangan panggil aku Bu, aku maaih belum tua, panggil saja Echi," lanjutnya dengan sebuah senyuman di wajahnya lalu pergi meninggalkan Rindiani yang masih teekejut dengan apa yang baru echi katakan *********** "Mas uang adek habis, dan adek juga harus bayar uang kuliah," ucap seorang wanita yang bernama Tasya "Ini baru setengah bulan loh dek, setengah bulan yang lalu kamu udah mas kasih sepuluh juta buat keperluan kamu," jawab Aji salah satu sahabat Al yang merupakan tunangan Tasya
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai mai pen rai
Baca
+Pustaka
Money And The Power

Money And The Power

ujarnya sembari menepuk-nepuk pipi Rai. Rai menahan diri. Rai memutar rencananya karena ia sama sekali tidak boleh menghabiskan tenaga untuk meladeni orang-orang yang saat ini berhadapan dengannya. Orang yang ada di depan Rai, ia mendelik sembari menarik kerah kemeja rak hingga kusut. "Singkirkan tanganmu yang menjijikkan itu dariku!" gertak Rai. "Apa katamu? Singkirkan? Kau bukan Tuan besar yang harus kami patuhi. Anak muda yang mengantarkan nyawa, tentu saja kami semua akan berpesta!"
1020.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 700 kali sebagai mai pen rai
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
Mikayla Azahra
Gak bisa bayangin gimana keren nya anak SMA menjalankan misi berbahaya ... Yg jelas pastinya keren banget, apalagi ini keturunan geng naga hitam bapak nya aja pada keren2 apalagi anak nya...... . Recommend banget pokoknya ............
S Rohmah
Akhirnya pasukan gank anak naga hitam muncul. ...... gak bisa bayangin gimana action nya mereka d satukan dalam satu sekolahan gank mafia. yang jelas aku sebagai pembaca jadi baper,membaca nya pun sampai terbawa halu ngebayangin keren nya action mereka.. Love love pokonya buat othor.. .........
Baca Semua Ulasan
RInai (Cinta Tak Sesakit Ini)

RInai (Cinta Tak Sesakit Ini)

Pria itu yakin tak semudah itu rasa beranjak dari hati sang wanita. "Jangan senyum-senyum! Cepat habiskan lalu pulang." Suara ketus Rinai menyadarkan Kenshi jika di hadapannya ada wanita yang baru saja pingsan karena belum makan sejak semalam. Oleh karena itu dia berinsiatif memasakkan nasi goreng sederhana dengan bahan-bahan seadanya.
819.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 554 kali sebagai mai pen rai
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status