Desahan Dikamar Tamu
Ku ulurkan tangan padanya, lalu menuntun ke kamar mandi
"Kita nggak sarapan dulu, Bun," tanya putriku polos, saat kubawa dia menuju ruang tamu. Kugelengkan kepala sebagai jawaban. Gadis kecilku itu hanya membulatkan mulut. Lewat ekor mata, ku lihat di meja makan sudah tidak ada siapa-siapa, tapi piring bekas maka masih nongkrong di sana. Biarlah, seksli-sekali seperti itu. Biar mereka tau membersihkannya sendiri, terutama Iren, tamu yang berniat tinggal selamanya di sini.