Pengantin Palsu CEO Arogan
Arga yang melihatnya pun langsung melotot tajam padanya.
Sembari terkekeh geli, lelaki berjas biru dongker itu segera melepas pelukannya. Lalu, seraya mengusap lembut pundak Nayla, ia kembali berkata, "Berbahagialah, Ela. Dan mungkin setelah ini aku benar-benar akan pergi ke Belanda. Jadi, jangan sampai kau merindukanku ya! Karena rindu itu berat. Jadi, biar aku saja yang merasakannya karena aku, 'kan kuat."
"Ekhem-hem!" Arga yang merasa diacuhkan, dengan sinis sengaja berdehem. "Ingat-ingat ... itu istri orang, Niel," sindirnya berpura-pura sewot.
Sikat na Kabanata