BUKIT TENGKORAK
Karena harga dari nyawa setiap pejuang tidaklah main-main.
“Bunuh terus, bunuh, jangan beri ampun, walau kalian harus mengunyah daging mereka,” ucap lelaki Belanda itu sambil mengisap cerutu. Ia memang tak mengenal ampun, sadis, bengis, tapi tidak dengan perempuan. Setiap menemukan gadis cantik, akan ia cicipi dan pelihara layaknya binatang.