Pendekar Pedang Naga
Pertempuran udara dan darat menyatu dalam satu tarian maut yang tiada ampun.
Tapi pusat dari semuanya adalah sosok berjubah gelap. Ia tidak bergerak, hanya mengangkat tangannya perlahan. Dan seketika, tanah di sekelilingnya merekah, menumbuhkan pilar-pilar batu hitam dari dalam bumi. Dari balik pilar itu, muncul pasukan baru—makhluk tanpa wajah, tinggi, dan membawa senjata kegelapan yang menyerap cahaya.
“Apa itu?” Arsel berseru.