Membahas 'Smile Flower' dari Seventeen selalu bikin hati hangat, karena lagu ini seperti pelukan musim semi yang lembut. Liriknya berbicara tentang ketulusan cinta yang tak mengharapkan balasan, seperti bunga yang tetap mekar meski tak dilihat. Ada rasa manis sekaligus getir ketika mereka menyebut 'Aku akan selalu menjadi bunga yang tersenyum untukmu', karena itu menggambarkan dedikasi tanpa syarat. Bagi yang pernah mencintai diam-diam, pasti relate dengan kalimat 'Meski kau tak tahu perasaanku, aku takkan pernah berhenti mencintaimu'—itu adalah pengorbanan yang indah sekaligus menyakitkan.
Di bagian pre-chorus, ada nuansa harapan yang terselip: 'Jika suatu hari nanti kau melihatku, bisakah kau tersenyum?'. Ini seperti permintaan kecil dari seseorang yang terlalu lama bersembunyi di balik bayang-bayang. Pola metafora bunga dipakai secara konsisten, dimana bunga (si pecinta) hanya membutuhkan sedikit sinar (perhatian) untuk tetap hidup. Yang bikin lagu ini dalam adalah pengakuan di akhir: 'Aku bahagia menjadi alas kakimu', menunjukkan level penerimaan diri yang matang—cinta tak harus memiliki, tapi bisa dengan menjadi bagian dari perjalanan orang tersebut, sekecil apapun peran itu.