Cinta Yang Salah
tanyaku keheranan dengan tingkah Mas Arkan yang seperti anak kecil, bermanja pada ibunya.
"Iya, ini malam pengantin kita, malam bulan madu, di mana kita saling menyatukan hati dan perasaan, di sini kita berdua di ruangan ini, di kamar ini, kita saling melengkapi dan memahami, dan tak ada yang mengganggu!" sahutnya sembari menyisir rambutku dengan jemari.
Mas Arkan menarik kepalaku, dan mencium keningku. Nafasku tersengal, saat kulit dada kami saling menempel, menyerbu hasrat dalam jiwaku kian bergelora kembali.