Teman Tidur Suamiku
Hingga satu kata terdengar lebih jelas dari yang lain, terbawa oleh keheningan malam.
“…. Iya, Bu, nanti Ilham coba bicara lagi pelan-pelan sama Anisa .…”
[Anisa? Apakah dia pemilik aroma mawar itu?] batin Anya. Ia tahu, sejak sebelum menikah dengannya, ibu Ilham sibuk menjodohkannya putranya itu dengan gadis pilihannya.
[Aku tahu, putraku mencintaimu, tapi sampai kapan pun, restuku tidak akan pernah sampai pada kalian.]