Cinta CEO Kembar
Semua orang terdiam sejenak, kemudian tertawa terbahak-bahak, terkecuali Shinji yang bangkit dengan wajah penuh amarah.
“Kamu benar-benar nggak tahu diri, kan?” Shinji berteriak sambil mengusap darah di hidungnya. “Aku nggak akan biarkan kamu begitu saja, Medina! Ini salahmu!”
Sejak saat itu, permusuhan mereka semakin parah. Shinji mulai melihat Medina sebagai sasaran empuk untuk segala bentuk keisengan. Setiap hari, Medina tak pernah lepas dari bully-an dan hinaan dari Shinji dan teman-temannya. Baginya, Medina adalah orang yang harus dihukum karena telah menghinanya berkali-kali. Dan untuk Shinji, tidak ada seorang pun yang boleh merendahkan harga dirinya—termasuk Medina.
Bab Populer