Terjebak Mantra!
Nia ngotot bertanya.
“Baiklah, kamu memang adik tercerewet sepanjang hidupku. Akan aku jelaskan. Begini,” matanya mengelilingi seluruh ruangan Kuil lantai dua, “Seseorang yang bisa membaca buku mantra terbesar itu, akan bisa merasakan semua getaran mantra, dan fungsinya. Maka, kita hanya bisa membantu safa merasakan menemukan getaran mantra itu. Kita tidak bisa berbuat banyak.” Jelasnya lebih lanjut.
Setelah menjelaskan, Hanai menengok pada arah Kanisan yang sibuk dengan pengamatannya sendiri. Samar-samar kalau sampai Kanisan mendengar bicaranya tadi, sepertinya.